Beranda Opini Father’s Day International Dicetuskan oleh Seorang Perempuan

Father’s Day International Dicetuskan oleh Seorang Perempuan

31
0
Father's Day International Dicetuskan oleh Seorang Perempuan
Source : internet

Father’s day international atau yang juga dikenal dengan nama Hari Ayah Internasional adalah hari yang ditetapkan sebagai bentuk penghormatan kepada bapak.

Tahun ini, hari ayah sedunia atau hari Ayah International sebenarnya jatuh pada 21 Juni 2020. Hanya saja, terkhusus di Indonesia father’s day 2020 Indonesia ini dirayakan setiap tanggal 12 November.

Dan meski sudah ditetapkan sebagai peringatan hari nasional, tetapi perayaannya belum masuk sebagai hari libur nasional.

Bagaimana sebenarnya sejarah Father’s Day International ini?

Pada 2019 lalu. Hari Ayah Internasional dirayakan pada 16 Juni, berdasarkan penghitungan tanggal Amerika Serikat. Hari Ayah Internasional ini sebenarnya mulai diperingati tahun 1910.

Tujuannya, untuk mengingat perjuangan para ayah yang telah berjuang membesarkan anak-anak mereka selama ini.

Dilansir dari Greenfields, Hari Ayah Internasional sebenarnya bermula dari kisah seorang perempuan bernama Sonora Smart Dodd.

Kala itu ayah Sonora membesarkan enam orang anak. Dia merawatnya seorang diri pasca ditinggal mati oleh ibunya.

Sang ayah melakukan itu seorang diri. Dia tidak mengerjakan seperti orang pada umumnya kala itu.

Di mana pada zaman itu, anak-anak yang ditinggalkan ibunya mestinya diasuh oleh orang lain atau ibu tiri, namun ayah Sorona hanya berjuang seorang diri merawat anak-anaknya itu.

Maka berawal dari kisah inilah, kemudian Sonora terinspirasi dari Anna Jarvis si penggas perayaan Hari Ibu, agar Hari Ayah kiranya juga perlu dicetuskan. Jangan hanya ada Hari Ibu.

Menurut Sorona. Perjuangan seorang ayah, utamanya ayahnya perlu dihargai. Begitu pula dengan ayah lainnya di dunia ini.

Apalagi kalau sang ayah benar-benar bekerja dengan ikhlas untuk membesarkan buah hati yang di titipkan Tuhan kepada mereka.

Olehnya itu. Ia merasa bahwa ayahnya pantas mendapatkan pengakuan atas apa yang telah dilakukannya dan tentunya ayah lainnya juga diseluruh belahan dunia ini.

Namun, ide atau gagasan Sorona ini tentunya bukan hal mudah untuk diakui bisa sesegera mungkin. Banyak hal yang perlu dilibatkan dan dimintai pendapat.

Namun, akhirnya. Setelah mengumpulkan dukungan dengan berbagai cara, maka Hari Ayah ini lalu diakui untuk kali pertama di Amerika pada Juni 1910 silam.

Perjuangan Sorona akhirnya hingga saat ini diamini oleh semua orang di dunia ini. Tentunya tak terkecuali di Indonesia.

Kalau di Indonesia Hari Ayah ini selalu diperingati tanggal 12 November. Biasanya pada hari Selasa atau Rabu.

Sedangkan Hari Ayah Internasional, pada biasanya diperingati setiap Hari Minggu atau tepat pada pekan ketiga bulan Juni.

Kapan Hari Ayah Dicetuskan di Indonesia?

Terkhusus di Indonesia. Hari Ayah pertama kali dinyatakan di Balai Kota Solo pada tahun 2006 lalu.

Sejauh ini belum banyak yang tahu bahwa sebenarnya Father’s Day International atau Hari Ayah Nasional di Indonesia ini berawal dari lomba menulis surat untuk ibu yang diprakarsai Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).

Kala itu pada 2014 lalu yang dipelopori oleh PPIP. Organisasi yang dihuni sejumlah ibu – ibu tersebut awalnya hanya mengadakan peringatan Hari Ibu.

Tempatnya berlangsung di Solo. Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni mengenai lomba atau sayembara, Menulis Surat untuk Ibu.

Dikutip dari kemdikbud.go.id, saat berlangsung acara inilah kemudian salah seorang peserta dengan iseng bertanya, untuk Hari Ayah kapan digelar?

Sontak dari ribuan orang yang hadir pun tergugah atas pertanyaan tersebut. Tak sedikit diantaranya memberikan respon yang serius.

“Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi.”

Dan dari pertanyaan inilah kemudian para pengurus PPIP lalu mencari tahu kapan sebenarnya tanggal Hari Ayah di Indonesia itu digelar? Lama mencari tak ada jawaban.

Akhirnya, para pengurus akhirnya menggelar audiensi dengan DPRD Surakarta. Jawaban yang diharapkan pun tak memuaskan.

Akhirnya, melalui kajian yang panjang, para wanita yang tergabung di Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) ini lalu memutuskan untuk menggelar deklarasi Hari Ayah dan ditetapkanlah pada 12 November 2006 di Pendapa Gede Balai, Solo.

Pada saat penetapan ini digabung pula dengan hari kesehatan sembari mengangkat tema, ‘Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya’.

Tak ketinggalan saat deklarasi ada sebuah buku yang diluncurkan berjudul ‘Kenangan untuk Ayah’. Buku ini berisi sebanyak 100 surat dari sejumlah anak Nusantara. Anak-anak ini diambil dari peserta sayembara Menulis Surat untuk Ayah.

Usai deklarasi, PPIP mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di empat penjuru Indonesia yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud dan Pulau Rote.

Lebih jauh, saat perayaan ada begitu banyak orang yang menyempatkan untuk hadir. Jumlahnya sekitar ratusan orang.

Mereka terbagi atas berbagai kelompok lapisan masyarakat. Bahkan di antaranya termasuk orang-orang dari berbagai lintas agama yang tergabung dalam sebuah komunitas.

Sebenarnya, bila dibandingkan dengan negara lain. Misalnya di Amerika, dan lebih dari 75 negara lainnya seperti di Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hongkong maka Hari Ayah atau Father’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni.

Dan Father’s Day International atau Hari Ayah International ini dirayakan hampir di seluruh dunia yang dimulai pada awal abad ke-12 lalu.

Pada umumnya, meski belum begitu populer di Indonesia. Namun, father’s day ini biasanya dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang sengaja membuat kegiatan kekeluargaan.

Mengapa Hari Ayah Perlu Dirayakan?

Tak bisa dipungkiri. Sejauh ini terkhusus di Indonesia seorang Ayah adalah tulang punggung keluarga. Mereka adalah sandaran, dan pelindung.

Bahkan, sebenarnya tak hanya di Indonesia namun seorang ayah pada beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, pun demikian. Mereka umumnya yang mencari nafkah untuk keluarga di rumah.

Kata-kata Bijak untuk father’s day 2020

Sebagai bentuk untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada seorang sang ayah, di Hari Ayah Nasional ini. Berikut sejumlah kata-kata bijak yang bisa kamu ucapkan ;

1. Terima kasih telah berjuang untuk keluarga. Selamat Hari Ayah Nasional. Pinjami kami hatimu agar kami bisa belajar menjadi seperti dirimu. Menyimpan masalah tanpa mengeluh.

2. Terima kasih Ayah. Kami menyayangimu. Terima kasih pula, engkau telah tulus mencintai kami dalam diam.

Ketika orang-orang di sekitar kami, tidak mengerti perasaan kami, kamu hadir memenangkan. Selamat Hari Ayah.

3. Terima kasih ayah. Engkau adalah laki-laki pertama yang mencintai kami dan bakal menjadi laki-laki pertama yang akan patah hati ketika kami menikah. Selamat Hari Ayah!

4. Terima kasih ayah engkau telah mendidik saya saat masih kecil hingga sekarang. Engkau adalah sebenar-benarnya seorang sahabat yang mengerti perasaan kami.

Tanpa berbicara pun, engkau tahu apa yang sebenarnya sedang kami rasakan. Selamat Hari Ayah.

Semoga engkau diberi umur yang panjang untuk memberikan kami kesempatan membalas budi baikmu. Aamiin.

Ayah merupakan pahlawan yang tidak memiliki senjata, selain kerja keras dan doa untuk anak-anaknya. Selamat Hari Ayah Nasional. Father’s Day International.

5. Selamat Hari Ayah Nasional kepada semua ayah yang selalu berjuang demi kebahagiaan keluarga tercinta. Semoga Ayah selalu sehat dan diberikan keselamatan.

Itulah deretan ucapan Hari Ayah Nasional yang kiranya bisa kamu pakai apabila berniat memberikan kejutan kepada ayah tercinta kamu.

Sebenarnya, seorang ayah itu hanya butuh kata-kata indah dari sang anak. Mereka hanya menginginkan ucapan yang tulus dari sang Anak. Tidak butuh materimu atau uangmu.

Sekadar diketahui. Hari Laki-laki Internasional atau International Men’s Day (dalam bahasa Inggris) juga diperingati setiap bulan 19 November.

Dan pada father’s day 2020 ini, terkhusus di Indonesia jatuh pada tanggal 12 November. Bagi siapapun yang merayakannya, semoga berbahagia. Selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here