Beranda Berita Erwin Aksa : Tempat Sampah Gendang Dua Proyek Gagal

Erwin Aksa : Tempat Sampah Gendang Dua Proyek Gagal

67
0
Erwin Aksa : Tempat Sampah Gendang Dua Proyek Gagal
Erwin Aksa : Tempat Sampah 'Gendang Dua' Proyek Gagal.

CAFEBERITA.COM, MAKASSAR – Tempat sampah rangka dua atau yang biasa disebut gendang dua, sudah banyak yang rusak. Kantong plastiknya sudah tak ada lagi dan kini tersisa rangka berkarat.

Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman, Erwin Aksa, tanpa sengaja melihat lansung tempat sampah tersebut di sekitar Jalan Haji Bau. Dia pun menilai, Gendang Dua yang diprogramkan oleh Wali Kota Makassar, Danny Pomanto itu adalah proyek gagal. Proyek mangkrak alias tak terurus.

“Tadi saya sebenarnya lagi mau pergi lihat yang namanya Apartemen Lorong. Program Danny Pomanto yang katanya program unggulan. Saya keliling, tapi saya tak menemukan itu program. Eh malah dapat ini (Gendang Dua),” bebernya, sesaat lalu, Senin, 19 Oktober.

Erwin pun menilai, tempat sampah Gendang Dua yang merupakan bagian dari program Makassar tidak Rantasa dari Danny Pomanto ini, terkesan buang-buang anggaran. Hanya menghabiskan APBD Makassar.

Olehnya itu, kata Erwin, ini adalah salah satu bukti Danny Pomanto gagal menjadi wali kota Makassar dan ini adalah salah satu bukti dia gagal memimpin Kota Makassar dengan visi misi yang tak jelas.

“Coba liat berfungsi tidak itu tempat sampah? Kan tidak. Malah yang saya dengar ada dugaan korupsinya,” kesalnya.

Erwin pun menyesalkan atas dugaan pemborosan anggaran tersebut. Mestinya, kata Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini, Danny Pomanto melibatkan pihak swasta dalam pembangunan tempat sampah ini. Tidak menggunakan APBD yang nilainya hanya sekitar 4 triliun.

“Kan kasian yah warga Makassar kalau sudah seperti ini. Mestinya anggaran tempat sampah itu diberikan saja kepada warga dalam bentuk bantuan agar bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Ini malah bikin proyek gagal,” sesalnya.

Olehnya itu, kata alumni University of Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, ini kedepan sebaiknya bila ingin membangun tempat sampah jangan gunakan APBD. Namun libatkan pihak swasta.

Di Jakarta misalnya, kata Erwin, dalam pembuatan tempat sampah itu sudah melibatkan pihak swasta. APBD tidak terbebani lagi.

“Ini bukti, dia (Danny Pomanto) tidak punya visi yang jelas. Tidak punya kemampuan untuk melibatkan pihak swasta. Masa pakai APBD Kota Makassar,” sesalnya lagi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here