Beranda Pendidikan Ejaan Bahasa Indonesia, Arti dan Perkembangannya

Ejaan Bahasa Indonesia, Arti dan Perkembangannya

71
0
Ejaan Bahasa Indonesia, Pengertian dan Perkembangannya
Ejaan Bahasa Indonesia, Pengertian dan Perkembangannya

1. Pengertian Ejaan

Ejaan Bahasa Indonesia adalah keseluruhan aturan tatatulis suatu bahasa baik yang menyangkut lambang bunyi.

Baik itu berupa penulisan kalimat maupun penggunaan tanda baca. Serta dalam bentuk penulisan kata.

Atau yang sekarang disebut fonemis. Maksudnya, ejaan tersebut melambangkan sebuah fonem dengan sebuah huruf.

Meskipun demikian satu huruf ada yang digunakan untuk melambangkan dua fonem atau satu fonem yang dilambangkan dengan dua huruf.

2. Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia

Ejaan-ejaan yang pernah kita gunakan di Indonesia ialah Ejaan van Ophuysen, Ejaan Republik, dan Ejaan yang Disempurnakan.

a. Ejaan van Ophuysen

Sejak tahun 1901 sampai Maret 1947 bahasa Indonesia menggunakan Ejaan van Ophuysen. Disebut demikian karena ejaan itu hasil karya Ch. A. van Ophuysen. Kala itu bersama-sama dengan Engku Nawawi.

Ejaan itu dimuat dalam Kitab Logat Melayu. Ejaan tersebut dinamakan juga Ejaan Balai Pustaka.

b. Ejaan Republik

Pada tahun I947 diadakan penyederhanaan Ejaan van Ophuysen. Usaha tersebut menghasilkan Ejaan Republik.

Ejaan ini mulai berlaku tanggal 19 Maret 1947. Karena pada waktu itu Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan RI adalah Mr. Suwandi, maka ejaan tersebut dinamakan juga Ejaan Suwandi.

Ejaan ini sebenarnya adalah hasil dari Kongres Bahasa Indonesia yang pertama kali dilaksanakan di Surakarta, Jawa Tengah pada tahun 1938.

c. Ejaan Melindo

Pada Iahun 1954 di Medan diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia yang kedua. Kongres ini membicarakan kembali masalah ejaan bahasa Indonesia.

Akhirnya pada tahun 1959 berhasil dirumuskan ejaan Melayu dan Indonesia, yang kemudian disebut Ejaan Melinda (Melayu-lndonesia).

Karena adanya konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia, ejaan tersebut belum sempat dipergunakannya.

d. Ejaan yang Disempurnakan

Pada tanggal 17 Agustus 1972 diresmikanlah pemakaian ejaan baru melalui Keputusan Presiden N0. 57 tahun 1972.

Ejaan tersebut kemudian terkenal dengan nama Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD).

Ejaan ini adalah hasil kerja panitia yang dibentuk pada tahun 1966. Hakikatnya ejaan ini hasil penyederhanaan dan penyempurnaan dari Ejaan Suwandi.

3. Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

Telah disebutkan di atas bahwa Ejaan yang Disempurnakan adalah ejaan baru yang merupakan penyempurnaan dari Ejaan Suwandi.

Ejaan ini diresmikan pemakainya pada tanggal I7 Agustus I972.

Tiga tahun kemudian diterbitkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Pedoman tersebut mulai berlaku pada tanggal 31 Agustus 1975 dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0196IU/1975.

Lain halnya dengan Ejaan van Ophuyscn dan Ejaan Republik. Ejaan yang Disempurnakan tidak hanya mengatur Pemakaian huruf, tetapi lebih luas lagi.

Hal-hal yang diatur dalam ejaan kita sekarang antara lain, pemakaian huruf, penyukuan kata, penulisan huruf, penulisan tanda baca, penulisan kata, dan penulisan kalimat. (*/)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here