Dokter Spesialis Mata di Bekasi Timur
Dokter Spesialis Mata di Bekasi Timur

Dokter Spesialis Mata di Bekasi Timur

Biaya Tes Buta Warna di Optik

Berapa Bayar tes buta warna?

Biaya Tes Buta Warna di Optik atau Biaya tes buta warna di rumah sakit bervariatif, bergantung peraturan masing-masing RS. Umumnya, biaya yang dikenai untuk tes buta warna di rumah sakit umum sekitaran Rp68.000 sampai Rp75.000.

Selainnya di lembaga tertentu, tes buta warna ini dapat dilaksanakan di rumah sakit atau puskesmas paling dekat dari rumah Anda.

Misalkan, lakukan tes buta warna di Rumah Sakit Yogyakarta (Wirosaban) cuman dibandrol dengan biaya Rp30 ribu. Sementara, bila Anda lakukan tes di puskesmas, Anda cukup mengambil kantong mulai Rp15.000.

Jadi kesimpulannya Biaya Tes Buta Warna di Optik itu beragam dan tergantung dari tempatnya atau wilayah masing-masing.

Apa di Puskesmas dapat check buta warna?

Kamu dapat berkunjung Puskesmas, rumah sakit, atau klinik specialist mata untuk lakukan tes buta warna dan memperoleh surat info tidak buta warna.

Surat info buta warna di mana?

Agar bisa mendapat surat info tidak buta warna, Anda bisa meminta pada rumah sakit, klinik, atau Puskesmas paling dekat.

Dapatkah tes buta warna di dokter umum?

Tes buta warna bisa dilaksanakan di beragam klinik umum, klinik mata atau poli mata dalam RS. Tetapi apa ketidaksamaanya?

Buta warna, Anda tentu tidak asing dengan istilah ini. Buta warna sebagai satu abnormalitas yang karena ketakmampuan beberapa sel kerucut mata untuk tangkap satu spektrum warna tertentu yang karena factor genetis.

Buta warna ialah abnormalitas genetika yang di turunkan dari orangtua ke anaknya, abnormalitas ini kerap disebutkan seks linked, karena abnormalitas ini dibawa oleh kromosom X.

Buta warna bisa dikelompokkan jadi tiga tipe, yakni trickomasi, dikromasi, dan monokromasi.

  1. Trikomasi, ialah peralihan sensitivitas warna dari 1 tipe ataupun lebih sel kerucut. Tipe buta warna ini tersering dirasakan dibanding tipe buta warna yang lain. Ada tiga jenis trickomasi, yakni protanomali (kekurangan warna merah), deuteromali (kekurangan warna hijau), dan tritanomali (kekurangan warna biru).
  2. Dikromasi, sebagai tidak ada satu diantara 3 tipe sel kerucut. Buta warna ini terbagi dalam protanopia (tidak ada sel kerucut warna merah hingga kecemerlangan warna merah dan kombinasinya berkurang), deuteranopia (tidak ada sel kerucut yang sensitif pada warna hijau), dan tritanopia (tidak ada sel kerucut yang sensitif untuk warna biru).
  3. Monokromasi, diikuti dengan lenyapnya atau menyusutnya semua pandangan warna, hingga yang kelihatan cuman putih dan hitam pada tipe tipikal dan sedikit warna pada tipe atipikal. Tipe buta warna ini kebiasaannya jarang.