Definisi Uang
Unplash/bady abbas

Definisi Uang dan Jenis Uang Menurut Ahli Ekonomi

Definisi Uang

Secara tradisional, definisi uang adalah sebagai alat tukar. Sedangkan secara modern memiliki arti yang cukup luas.
Uang dalam tinjauan modern, khususnya dalam ilmu ekonomi bisa diartikan sebagai alat pembayaran transaksi jual beli dan sebagai kekayaan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian uang adalah :

“Alat penukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah, yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa uang kertas, emas, perak, atau uang lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu.”

Menurut Ahli Ekonomi

Definisi uang ditinjau dari segi fungsional:

1. Menurut Iswardono Sardjonopermono

Dalam buku berjudul Hukum dan Kebijakan Publik yang ditulis oleh Eddi Wibowo dan diterbitkan di Yogyakarta: YPAPI, 2004 pada halaman 123, disebutkan:

“Uang adalah sesuatu yang secara umum diterima didalam pembayaran untuk pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta untuk pembayaran hutang-hutang. Uang juga sering dipandang sebagai kekayaan yang dimiliki yang dapat digunakan untuk membayar sejumlah tertentu hutang dengan kepastian dan tanpa penundaan”.

Baca Juga: Definisi Uang Menurut Ahli Serta Pembahasannya

2. Menurut Albert Gailort Hart

Dalam buku yang ditulis oleh Arthur Cecil Pigou, berjudul The Veil of Money, penerbit London: London Macmilla & Co 1960, 1949, hlm.7. Uang mendefinisikan sebagai:

“Uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat tukar”.

Bila merujuk pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Pasal 1 ayat (2) uang adalah alat pembayaran yang sah.

Jenis Uang

Jenis uang yang beredar di masyarakat dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu uang kartal dan uang giral :

 

“ Uang Kartal, terdiri dari uang kertas dan uang logam, Uang Kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari – hari.”

Menurut undang – undang Bank Sentral Nomor: 13 Tahun 1968 Pasal 26 ayat (1), Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas.

Jenis uang kartal kemudian dapat dibagi sebagai berikut :

a. Menurut lembaga yang mengeluarkannya;
b. Menurut bahan buatannya, uang kartal dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

(1) Uang Logam, biasanya terbuat dari emas dan perak karena emas dan perak memenuhi syarat – syarat uang yang efisien.

Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan terima.

Namun pada saat ini, emas dan perak tidak dipakai lagi sebagai bahan uang karena jumlahnya yang langka dan sulit didapatkan dalam jumlah yang besar.

(2) Uang Kertas, uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya.

Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar.

Baca Juga: Kemiskinan Struktural Menurut Hadi Supeno

(3) Uang Giral, uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya
kebutuhan masyarakat akan adanya suatu alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman.

Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia.

Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu – waktu sebagai alat pembayaran.

Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro atau telegraphic transfer. Namun, uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang utama, artinya, masyarakat dapat menolak dibayar dengan uang giral. (***)

Sumber:

Tinjauan Yuridis Penggunaan Mata Uang Asing Sebagai Alat Pembayaran Dalam Transaksi di Wilayah Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penulis :
Wahyudi Warianto

Wikipedia