spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Contoh Soal Aturan Kekekalan Momentum

Pada postingan sebelumnya sudah dibahas wacana korelasi antara mementum linear (P) dengan impuls (I). Telah diterangkan bahwa impuls sama dengan pergantian saat-saat benda (I = ΔP).  Dari korelasi tersebut terang terlihat bahwa saat-saat suatu benda sanggup berubah jikalau terdapat gaya luar yang melakukan pekerjaan pada metode tersebut.

Akan tetapi , jikalau tidak ada gaya luar yang mempengaruhi benda , maka jumlah momentumnya akan tetap alasannya merupakan jumlah saat-saat permulaan dan jadinya akan sama. Secara matematis aturan kekalan saat-saat sanggup ditulis selaku berikut :

∑P permulaan = ∑P akhir
m1v1 + m2v2 = m1v1‘ + m2v2

Keterangan :
m1 = massa benda 1 (kg)
m2 = massa benda 2 (kg)
v1 = kecepatan permulaan benda 1 (m/s)
v2 = kecepatan permulaan benda 2 (m/s)
v1‘ = kecepatan simpulan benda 1 (m/s)
v2‘ = kecepatan simpulan benda 2 (m/s)

Berikut disuguhkan peta rancangan wacana saat-saat dan keterkaitannya dengan impuls serta tumbukan. Salah satu peristiwa yang berbincang aturan kekekalan saat-saat merupakan tumbukan.

Pada semua jenis tumbukan yang terjadi antara dua benda senantiasa berlaku aturan kekekalan saat-saat baik itu pada tumbukan lenting tepat , lenting sebagian , ataupun tumbukan tidak lenting sama sekali. Lebih lanjut perihal tumbukan akan dibahas pada postingan selanjutnya.

momentum dan impuls

Contoh Soal :

  1. Jika suatu peluru bermassa 20 gram ditembakkan dari suatu senapan bermassa 2 kg dengan kecepatan 20 m/s , maka tentukanlah kecepatan senapan sesaat di saat peluru ditembakkan.
    Pembahasan :
    Dik : mp = 20 g = 0 ,02 kg; ms = 2 kg; vp’ = 20 m/s.

    Ketika peluru ditembakkan , maka senapan akan terdorong ke belakang dan bergerak dengan kecepatan tertentu. Berdasarkan aturan kekalan saat-saat maka diperoleh :
    mpvp + msvs = mpvp‘ + msvs
    ⇒ 0 + 0 = 0 ,02 (20) + 2 vs
    ⇒ -2 vs‘ = 0 ,4
    ⇒ vs‘ = -0 ,2 m/s
    Jadi , kecepatan senapan dikala peluru ditembakkan merupakan 0 ,2 m/s ke belakang (berlawanan dengan gerak pelurunya).

  2. Seorang nelayan bermassa 50 kg naik di atas suatu sampan bermassa 100 kg yang bergerak dengan kecepatan 20 m/s. Jika nelayan tersebut lompat dengan kecepatan 2 m/s dari sampan dengan arah yang serupa dengan arah gerak sampan , maka tentukanlah kecepatan bahtera sesaat nelayan tersebut melompat.
    Pembahasan :
    Dik : m = 50 kg; ms = 100 kg; v = vs = 20 m/s; v’ = 2 m/s.

    Dengan rumus kekekalan saat-saat diperoleh :
    mv + mpvp = mv’ + mpvp
    ⇒50(20) + 100(20) = 50(2) + 100 vp
    ⇒1000 + 2000 = 100 + 100 vp
    ⇒ 2900 = 100 vp
    ⇒ vp‘ = 29 m/s.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com merupakan blog wacana materi belajar. Gunakan sajian atau pencarian untuk menerima materi mencar ilmu yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang! Pengunduh Video Online Gratis : https://r.cafe/

Popular Articles