Ciri-Ciri Dan Syarat-Syarat Kalimat Komunikatif

Gambar Gravatar
Komunikasi ialah proses penyampaian pesan atau info dari pembicara terhadap pendengar. Berkomunikasi ialah acara yang biasa dilaksanakan di banyak sekali lingkungan hidup. Di sekolah , saban hari kita berkomunikasi dengan guru atau teman dekat sekelas. Setiap hari kita melakukan percakapan dengan orang lain untuk menerima atau menyodorkan informasi. Komunikasi sanggup dilaksanakan untuk banyak sekali tujuan menyerupai kepentingan akademis atau untuk sekedar berbincang-bincang dengan teman. Komunikasi sanggup berjalan satu arah atau dua arah. Komunikasi dua arah sanggup membuat interaksi antara pembicara dan pendengar. Salah satu hal paling penting dalam berkomunikasi yakni penggunaan kalimat yang tepat. Agar komunikasi sanggup berjalan dengan tanpa gangguan , maka kita mesti cermat dalam menegaskan kata-kata yang tepat. Pemilihan kata atau kalimat yang cocok ditujukan agar pesan atau info yang ingin disampaikan sanggup dinalar dan dipahami oleh pendengar. Jika kita menggunakan kalimat yang tidak cocok , maka akan timbul kesalahpahaman alasannya yakni pendengar tidak menangkap pesan dengan baik atau bahkan tidak mengerti sama sekali apa yang kita bicarakan. Oleh alasannya yakni itu , pada peluang ini kita akan membahas syarat-syarat apa saja yang mesti kita amati agar komunikasi yang kita laksanakan sanggup berjalan secara efektif.

Syarat-syarat Kalimat Komunikatif

Sebenarnya tidaklah sukar untuk menyaksikan apakah komunikasi berjalan secara efektif atau tidak. Efektivitas dari suatu komunikasi sanggup dilihat dari salah satu indikator yang sungguh penting yakni ketersampaian pesan. Artinya , jika pesan yang ingin kita sampaikan sanggup diterima oleh pendengar dan sesuai dengan yang kita kehendaki , maka komunikasi tersebut tergolong efektif.

Bacaan Lainnya

Sebaliknya , jika pesan yang ingin kita sampaikan tidak sanggup dipahami oleh pendengar atau pendengar menangkap pesan yang berlainan dengan pesan kita dan terjadi kesalahpahaman , maka tentu saja komunikasi yang kita laksanakan tidak efektif. Komunikasi yang tidak efektif sanggup terjadi alasannya yakni banyak sekali aspek antaralain penggunaan kata yang salah , penyampaian yang kurang tepat , komunikasi yang tidak tepat , dan sebagainya.

Komunikasi tidak tepat ialah bentuk komunikasi yang tidak lengkap. Dalam hal ini , pembicara menyodorkan suatu info atau pesan yang kurang rincian sehingga pendengar belum mengerti maksud dari pembicara. Komunikasi tidak tepat acap kali terjadi alasannya yakni pembicara berasumsi bahwa pendengar sanggup mengerti maksud dari pembicaraanny , padahal sebenarnya tidak.

Penggunaan kata atau kalimat yang berbelit-belit juga sering menjadi penyebab komunikasi tidak efektif. Alih-alih memperjelas info atau pesan , pendengar justru menjadi risau dan tidak sanggup menegaskan pesan apa yang ingin disampaikan oleh pembicara. Kendala menyerupai ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari tergolong dalam acara berguru mengajar di sekolah.

Baca juga : Memahami Makna Kata & Melatih Keterampilan Berbicara.

Penyebab lain yang sanggup mengusik kelangsungan komunikasi yakni suasana lingkungan dan keadaan pendengar. Meskipun pembicara sudah menggunakan kalimat yang cocok dalam mengatakan , jika suasana lingkungan dan keadaan pendengar tidak mendukung maka belum pasti komunikasi tersebut berjalan efektif. Adakalanya daya tangkap pendengar yang kurang baik memunculkan kesalahpahaman.

Komunikatif Tidak Komunikatif
Berbicara wacana korupsi tidak kunjung selesai Membicarakan wacana permasalahan korupsi tak ada habis-habisnya
Saya mencuci kendaraan beroda empat ayah dua kali seminggu Saya mencuci ayah punya kendaraan beroda empat dua kali setiap minggu
Hari ini udara terasa sungguh panas Ini hari yang udaranya panas sekali
Kakak mengirim adik ayah ke tempat tinggal sakit Kakak mengirim adik , ayah pergi ke tempat tinggal sakit
Ibu memerintahkan adik menyapu halaman belakang rumah Ibu memerintahkan adik sapu halaman rumah belakang

Syarat suatu komunikasi yang efektif yakni penggunaan kalimat yang komunikatif. Kalimat yang komunikatif yakni kalimat yang sanggup menciptakan pesan tersampaikan dengan tepat. Beberapa syarat yang mesti dipenuhi agar suatu kalimat menjadi komunikatif antaralain mesti sesuai dengan kaidah bahasa , sesuai dengan budi , dan pesan yang tersampaikan mesti sesuai dengan maksud pembicara.

#1 Sesuai dengan kaidah bahasa
Kaidah bahasa yakni hukum atau fatwa yang mesti dipatuhi dalam menyodorkan inspirasi atau gagasan. Dalam berkomunikasi , pembicara mesti memperhatikan kaidah bahasa yang benar dikala menyodorkan info terhadap pendengar agar pesan yang ingin disampaikan sanggup dipahami.

Ketika mengatakan , kita tak cuma memperhatikan kaidah bahasa secara tertulis berupa ejaan , tetapi juga mesti memperhatikan kaidah bahasa secara lisan. Secara ekspresi , kaidah bahasa yang mesti diamati oleh pembicara antaralain tekanan , jeda , intonasi , dan lafal. Keempat komponen tersebut disebut komponen suprasegmental.

Baca juga : Perbedaan Lafal , Tekanan , Intonasi , dan Jeda.

Pembahasan lebih terang perihal penggunaan lafal , tekanan , intonasi , dan jeda , sanggup kau lihat lewat link di atas. Pada halaman tersebut dibahas pengertian lafal , tekanan , intonasi , dan jeda dilengkapi dengan pola sehingga lebih terang perbedaannya.

Tekanan , intonasi , lafal , dan jeda ialah komponen yang sungguh penting dalam ragam ekspresi alasannya yakni perbedaan tekanan , intonasi , lafal , atau jeda dalam penyampaian kalimat sungguh mempengaruhi makna dari kalimat tersebut. Kalimat yang serupa jika diucapkan dengan intonasi dan jeda yang berlainan , maka akan menciptakan makna yang berlainan pula. Jika makna yang dihasilkan berlainan , tentu akan membuat kesalahpahaman.

#2 Sesuai dengan nalar
Syarat selanjutnya yang mesti diamati oleh pembicara yakni budi sehat kalimat. Agar komunikasi berjalan efektif , maka pembicara mesti menggunakan kalimat yang sesuai dengan nalar. Artinya , kalimat yang digunakan pembicara mesti sanggup diterima oleh budi atau logika sehingga pendengar sanggup menalarnya dan meyimpulkan pesan yang dimaksud.

Penalaran kalimat yakni proses berpikir untuk menghubungkan data atau fakta yang ada sehingga hingga pada suatu kesimpulan. Melalui proses menalar itulah pembicara menjajal untuk merumuskan kesimpulan dan mengerti pesan atau maksud dari pembicara.

Penalaran yang benar akan menciptakan kesimpulan yang benar. Sebaliknya budi sehat yang salah akan menciptakan kesimpulan yang salah. Karena pendengar akan menjajal menalar kalimat yang diberikan oleh pembicara dan proses itu bergantung pada kalimat yang diberikan pembicara , maka pembicara mesti menggunakan budi sehat kalimat yang tepat.

Secara lazim dipahami dua jenis budi sehat kalimat , yaitu:
1. Penalaran Deduksi
2. Penalaran Induksi

Penalaran deduksi yakni budi sehat yang dilaksanakan terhadap data atau pernyataan lazim ke dalam tamat yang khusus. Penalaran deduksi umumnya dikembangkan dengan pola umum-khusus. Penalaran deduksi sanggup dilaksanakan secara pribadi atau tidak langsung. Penalaran deduksi secara pribadi disebut entimen sedangkan budi sehat deduksi secara tidak pribadi disebut silogisme.

Penalaran induksi yakni budi sehat yang dilaksanakan terhadap data atau peristiwa khusus , kemudian dirumuskan suatu kesimpulan berupa fakta lazim yang meliputi semua peristiwa khusu tersebut. Penalaran induksi umumnya dikembangkan dengan pola khusus-umum. Penalaran induksi sanggup dilaksanakan dengan generalisasi , analogi , dan hubungan kausalitas.

Untuk info lebih lengkap perihal budi sehat deduksi dan budi sehat induksi , kau sanggup membuka link di bawah ini. Pada halaman tersebut dibahasa jenis-jenis budi sehat deduksi , budi sehat induksi meliputi silogisme , entimen , analogi , generalisasi , hubungan kausal , dan pola paragrafnya.

Baca juga : Jenis-jenis Penalaran Deduksi dan Penalaran Induksi.

#3 Ketersampaian Pesan Sesuai Maksud Pembicara
Syarat selanjutnya yang sungguh penting yakni ketersampaian pesan. Suatu komunikasi sanggup dibilang efektif jika pesan yang ingin disampaikan oleh pembicara sanggup diterima oleh pendengar dengan tepat. Artinya , pesan yang diterima oleh pendengar mesti sama dengan pesan yang dimaksud oleh pembicara.

Ketersampaian pesan sungguh dipengaruhi oleh fasilitas dan situasi. Pesan akan tersampaikan apabila fasilitas yang digunakan untuk menyampaikannya tepat dan situasinya mendukung. Dalam hal ini , pasti mesti ada pengertian antara pembicara dan pendengar terkait gaya bahasa atau kode-kode yang digunakan dalam komunikasi tersebut

Ketersampaian pesan juga sungguh dipengaruhi oleh kaidah bahasa yang digunakan oleh pembicara. Jika kalimat yang disampaikan tidak cocok dengan kaidah bahasa , pasti ketersampaian pesan akan terganggu. Kadangkala , dampak bahasa daerah juga sanggup memunculkan kesalahpahaman sehingga komunikasi menjadi tidak efektif.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com yakni blog wacana materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.
Temukan Kursus Bahasa Inggris di Bekasi untuk Menguasai Bahasa Inggris dengan Cepat 1

Salah seorang pakar dan konsultan pendidikan yang kini mengabdikan hidup menjadi guru di pedalaman nun jauh di pelosok Indonesia.

Pos terkait