spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Cara Menyeleksi Orde Reaksi Dan Bentuk Grafik Reaksi

Laju reaksi sanggup dinyatakan dalam bentuk persamaan mirip yang sudah dibahas pada postingan sebelumnya. Dalam persamaan tersebut , terdapat orde reaksi yang menjadi pangkat dari fokus reaktan. Konsentrasi zat pereaksi dan laju reaksi umumnya diperoleh menurut data percobaan , sedangkan orde reaksi mesti dijumlah apalagi dulu menggunakan data yang sudah diperoleh. Pada peluang ini , kita akan membahas ihwal definisi order reaksi dan cara mementukan orde reaksi menurut data percobaan.

Definisi Orde Reaksi

Orde reaksi merupakan bilangan yang menyatakan besar efek fokus reaktan kepada laju reaksi. Pada persamaan laju reaksi , orde reaksi merupakan jumlah dari orde reaksi kepada masing-masing zat pereaksinya.

Pada reaksi sederhana (biasanya berlaku untuk reaksi homogen) , orde reaksi sanggup diputuskan menurut koefisien reaksinya. Misalnya reaksi A(g) → B(g) memiliki orde reaksi 1 dan A(g) + 2B(g) → C(g) memiliki orde reaksi 1 + 2 = 3. Untuk reaksi yang kompleks , orde reaksi mesti diputuskan menurut data percobaan.

Berdasarkan besar efek fokus reaktan , maka reaksi sanggup dibedakan menjadi berbagai macam yakni reaksi orde nol , reaksi orde satu , reaksi orde dua , dan reaksi orde negatif. Berikut grafik laju reaksi kepada fokus untuk orde nol , orde satu , dan orde dua.

Keterangan :

  1. Reaksi Orde Nol
    Reaksi orde nol merupakan reaksi yang tidak bergantung pada fokus pereaksi. Karena ordenya nol , maka berlaku :

    v = k [M]0 = k

    Dari persamaan di atas terang terliha bahwa kalau orde reaksi sama dengan nol , maka laju reaksinya akan sama dengan tetapan laju reaksi. Dengan demikian laju reaksinya tetap. Karena tetap , maka grafiknya berupa garis lurus mendatar mirip gambar 1 di atas.

  2. Reaksi Orde Satu
    Reaksi orde satu merupakan reaksi yang laju reaksinya berbanding lurus dengan fokus pereaksinya. Karena ordenya sama dengan satu , maka berlaku :

    v = k [M]1 = k [M]

    Persamaan reaksi orde satu merupakan persamaa linear (garis lurus) sehingga bentuk grafiknya berupa grais lurus dengan kemiringan tertentu mirip gambar 2 di atas.

  3. Reaksi Orde Dua
    Reaksi orde dua merupakan reaksi yang laju reaksinya berubah secara kuadrat kepada pergantian fokus pereaksinya. Karena ordenya sama dengan dua , maka berlaku :

    v = k [M]2

    Persamaan reaksi orde dua merupakan persamaan kuadrat sehingga bentuk grafiknya terlihat (menyerupai grafik eksponensial) mirip gambar tiga di atas.

  4. Reaksi Orde Negatif
    Jika laju reaksi berbanding terbalik dengan fokus reaktan , maka reaksi tersebut merupakan reaksi orde negatif. Karena berbanding terbalik , apabila fokus pereaksi diperbesar , maka laju reaksi akan menjadi lebih kecil.
grafik reaksi menurut orde

Penentuan Orde Reaksi

Berikut cara menyeleksi orde reaksi menurut data percobaan :

  1. Tentukan persamaan laju reaksinya 
    Secara lazim persamaan laju reaksi sanggup ditulis selaku berikut :

    v = k [A]m.[B]n

    m = orde reaksi kepada zat A
    n = orde reaksi kepada zat B
    m + n = orde reaksi

  2. Tentukan orde reaksi kepada zat A (m)
    Untuk menyeleksi orde reaksi kepada A (nilai m) , lihat percobaan yang fokus zat B-nya sama , lalu bandingkan persamaan laju reaksinya. Misalnya percobaan yang fokus B-nya sama merupakan percobaan nomor 1 dan 2.

    v1  = k [A1]m.[B]n
    v2 k [A2]m.[B]n
    Karena tetapan laju reaksi (k) dan fokus B tetap , maka :

    v1  = [A1]m
    v2 [A2]m

    Dengan :
    v1 = laju reaksi pada percobaan nomor 1
    v2 = laju reaksi pada percobaan nomor 2
    A1 = fokus zat A pada percobaan nomor 1
    A2 = fokus zat A pada percobaan nomor 2

  3. Tentukan orde reaksi kepada zat B (n)
    Untuk menyeleksi orde reaksi kepada B (nilai n) , lihat percobaan yang fokus zat A-nya sama , lalu bandingkan persamaan laju reaksinya. Misalnya percobaan yang fokus A-nya sama merupakan percobaan nomor 1 dan 3.

    v1  = k [A]m.[B1]n
    v3 k [A]m.[B3]n

    Karena tetapan laju reaksi (k) dan fokus B tetap , maka :

    v1  = [B1]n
    v3 [B3]n

    Dengan :
    v1 = laju reaksi pada percobaan nomor 1
    v3 = laju reaksi pada percobaan nomor 3
    B1 = fokus zat B pada percobaan nomor 1
    B3 = fokus zat B pada percobaan nomor 3.

Setelah nilai m dan n diperoleh , maka orde reaksi (total) sanggup ditentukan. Orde reaksi merupakan jumlah dari m ditambah n. 

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com merupakan blog ihwal materi belajar. Gunakan suguhan atau pencarian untuk menerima materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang!

Popular Articles