Cara Melukis Bayangan Yang Dihasilkan Lensa Cekung

Cafeberita.com — Pem­ben­tukan Bayan­gan pada Lensa Cekung. Selain lensa yang beru­pa cem­bung , juga dimenger­ti lensa yang beru­pa cekung. Sesuai den­gan ben­tuk bidang batas­nya , maka lensa terse­but dise­but selaku lensa cekung. Peman­faatan lensa cekung mungkin tidak selu­as lensa cem­bung , tetapi tetap saja ben­da ini memi­li­ki man­faat. Lensa cekung laz­im­nya digu­nakan selaku lensa pada kaca­ma­ta untuk pen­deri­ta rabun jauh (miopi). Pada pen­deri­ta rabun jauh , bayan­gan ben­da yang jauh jatuh di depan reti­na sehing­ga dihara­p­kan lensa cekung agar bayan­gan jatuh di reti­na dan sang­gup dil­i­hat den­gan jelas. Lalu , bagaimana bek­er­jsama pem­ben­tukan bayan­gan pada lensa cekung? Pada poten­si ini , edutafsi akan mem­ba­has cara melukis pem­ben­tukan bayan­gan pada lensa cekung meng­gu­nakan sinar-sinar istime­wa lensa cekung.

A. Pembiasan Pada Lensa Cekung

Lensa cekung atau lensa konkaf meru­pakan lensa yang ked­ua atau salah satu bidang batas­nya beru­pa cekung. Salah satu jenis lensa cekung yang biasa digu­nakan untuk menyak­sikan pem­ben­tukan bayan­gan pada lensa cekung meru­pakan lensa bikonkaf (lensa cekung yang ked­ua per­mukaan­nya melengkung ke dalam). Den­gan kata lain , lensa terse­but meru­pakan lensa yang dibatasi oleh dua bidang beru­pa cekung.

Bacaan Lain­nya

Kare­na per­mukaan atau bidang batas­nya beru­pa cekung , maka lensa konkaf bersi­fat diver­gen , yakni menye­bar atau memen­car­kan sinar. Artinya , sinar-sinar yang tiba seja­jar sum­bu uta­ma lensa cekung akan dibelokkan seo­lah-olah berasal dari kon­sen­trasi uta­ma sehing­ga sinar bias­nya menye­bar ke banyak sekali arah. Oleh sebab itu , sinar-sinar bias pada lensa cekung dise­but bersi­fat memen­car (diver­gen) dan per­pan­jan­gan sinar bias berjumpa di kon­sen­trasi uta­ma.

Pada insi­d­en pem­bi­asan cahaya oleh lensa cekung juga dida­p­atkan beber­a­pa sinar istime­wa , yakni sinar-sinar yang sifat pem­bi­asan­nya sang­gup dia­mati dan mudah untuk dilukis. Sinar-sinar yang ter­go­long istime­wa pada lensa cekung meru­pakan sinar-sinar yang tiba seja­jar sum­bu uta­ma , sinar yang tiba seo­lah menu­ju titik kon­sen­trasi ked­ua , dan sinar yang menu­ju sen­tra optik lensa.

Berikut sifat pem­bi­asan sinar-sinar istime­wa pada lensa cekung:
1). Sinar tiba seja­jar sum­bu uta­ma dib­i­askan seo­lah berasal dari kon­sen­trasi uta­ma (F1)
2). Sinar tiba seo­lah menu­ju kon­sen­trasi ked­ua (F2) dib­i­askan seja­jar sum­bu uta­ma
3). Sinar tiba lewat sen­tra optik diteruskan tan­pa dib­i­askan.

Pembentukan bayangan pada lensa cekung

Sama menyeru­pai lensa cem­bung , pada lensa cekung juga ter­da­p­at dua titik kon­sen­trasi , yakni titik kon­sen­trasi uta­ma (F1) dan titik kon­sen­trasi ked­ua (F2) , cuma saja letaknya berbe­da. Pada lensa cekung , titik kon­sen­trasi per­ta­ma bera­da di depan lensa dan meru­pakan titik kon­sen­trasi aktif. Sedan­gkan titik kon­sen­trasi ked­ua bera­da di belakang lensa dan meru­pakan kon­sen­trasi pasif.

B. Pembentukan Bayangan pada Lensa Cekung

Pem­ben­tukan bayan­gan pada lensa cekung mengiku­ti ran­can­gan pem­bi­asan cahaya. Sifat pem­bi­asan cahaya pada lensa cekung sang­gup dil­i­hat meng­gu­nakan sinar-sinar istime­wa selaku per­wak­i­lan. Oleh sebab itu , salah satu cara yang biasa digu­nakan untuk menyak­sikan pem­ben­tukan bayan­gan pada lensa cekung meru­pakan den­gan mem­per­gu­nakan sinar-sinar istime­wa lensa cekung menyeru­pai yang sudah dijabarkan di atas.

Secara laz­im , cara melukis pem­ben­tukan bayan­gan pada lensa cekung sama den­gan melukis pem­ben­tu­an bayan­gan pada lensa cem­bung , cuma saja per­lu dia­mati bah­wa sinar istime­wa lensa cekung berlainan den­gan lensa cem­bung. Langkah­nya yakni dim­u­lai den­gan menggam­bar lensa cekung dan bagian-bagian­nya , kemu­di­an melukis sinar-sinar istime­wanya , dan menyak­sikan per­po­ton­gan sinar bias selaku tolok ukur bayan­gan yang ter­ben­tuk.

#1 Menggam­bar Lensa Cekung dan Bagian­nya
Kare­na kita ingin menyak­sikan pem­ben­tukan bayan­gan pada lensa cekung , pasti hal per­ta­ma yang mesti kita gam­bar meru­pakan lensa cekung dan bagian-bagian­nya. Bagian uta­ma yang biasa digam­bar untuk menyak­sikan pem­ben­tu­ka bayan­gan meru­pakan sum­bu uta­ma , titik kon­sen­trasi (fokus per­ta­ma dan kon­sen­trasi ked­ua) , dan sen­tra optik lensa.

Sum­bu uta­ma meru­pakan garis lurus (pada seba­gian buku digam­bar beru­pa garis putus-putus) yang lewat titik kon­sen­trasi dan sen­tra optik ser­ta mem­ba­gi lensa cekung men­ja­di dua pec­a­han den­gan uku­ran yang sama. Pusat optik bera­da sem­pur­na di ten­gah lensa cekung. Per­hatikan bah­wa untuk lensa cekung , titik kon­sen­trasi per­ta­ma bera­da di depan lensa sedan­gkan titik kon­sen­trasi ked­ua bera­da di belakang lensa (berba­likan den­gan lensa cem­bung). Lihat gam­bar (1).

#2 Menggam­bar Ben­da di Depan Lensa Cekung
Langkah selan­jut­nya meru­pakan menggam­bar ben­da. Letakkan ben­da di depan lensa pada jarak atau posisi yang diinginkan. Pada teladan ini , ben­da ditaruh di depan lensa , yakni di antara titik kon­sen­trasi per­ta­ma dan lensa ( s < f). Ben­da biasanya digam­barkan den­gan ben­tuk yang mudah umpa­manya anak panah , perse­gi , dan seba­gainya. Per­hatikan gam­bar (2).

Cara melukis pembentukan bayangan lensa cekung

#3 Melukis Sinar spe­sial Per­ta­ma
Langkah selan­jut­nya meru­pakan melukis sinar-sinar istime­wa. Sinar istime­wa laz­im­nya ditarik lewat pec­a­han ujung atas ben­da. Pada teladan ini sinar istime­wa per­ta­ma yang digu­nakan meru­pakan sinar istime­wa per­ta­ma (sinar 1) , yakni yang tiba seja­jar sum­bu uta­ma kemu­di­an dibelokkan seo­lah-olah berasal dari kon­sen­trasi uta­ma (F1). Per­hatikan gam­bar garis den­gan nomor (3).

#4 Melukis Sinar spe­sial Ked­ua
Selan­jut­nya dilukis kem­bali sinar istime­wa berikut­nya. Pada teladan ini sinar istime­wa yang digu­nakan meru­pakan sinar istime­wa keti­ga (sinar 3) , yakni sinar yang menu­ju sen­tra optik dan diteruskan tan­pa dib­i­askan. Anda juga sang­gup meng­gu­nakan sinar istime­wa ked­ua , tetapi laz­im­nya meng­gu­nakan dua sinar yakni sinar 1 dan 3 sudah cukup untuk menyak­sikan pem­ben­tukan bayan­gan­nya. Per­hatikan gam­bar garis den­gan nomor (4)

Melukis sinar istimewa pada lensa cekung

#5 Menggam­bar Bayan­gan yang Ter­ben­tuk
Dari langkah (3) dan (4) di atas sang­gup dil­i­hat per­pan­jan­gan sinar bias (yang digam­bar beru­pa garis putus-putus) salig berpo­ton­gan atau berjumpa den­gan sinar keti­ga di suatu titik. Titik terse­but meru­pakan titik ujung dari bayan­gan yang ter­ben­tuk. Selan­jut­nya gam­barkan bayan­gan sem­pur­na pada per­po­ton­gan terse­but. Per­hatikan gam­bar (5).

Melukis bayangan yang dihasilkan lensa cekung

Pada gam­bar di atas sang­gup dil­i­hat bah­wa bayan­gan yang dihasilkan oleh lensa cekung bera­da di depan lensa (bera­da pada sisi yang seru­pa den­gan posisi ben­da). Kare­na ter­ben­tuk di sisi yang seru­pa den­gan ben­da , maka bayan­gan terse­but bersi­fat maya dan tegak. Selain itu , dari gam­bar juga ter­li­hat bah­wa bayan­gan yang dihasilkan berskala lebih kecil diband­ing ben­danya.

Sifat bayan­gan yang dihasilkan oleh lensa cekung sama untuk sebarang posisi di depan lensa. Artinya , dimana­pun ben­da ditaruh di depan lensa cekung , maka bayan­gan yang ter­ben­tuk akan bersi­fat tegak , maya , dan diperke­cil. Itu artinya , berlainan den­gan lensa cem­bung , sifat bayan­gan pada lensa cekung tidak bergan­tung pada jarak ben­da.

Demikian­lah pem­ba­hasan singkat per­i­hal cara melukis pem­ben­tukan bayan­gan pada lensa cekung dilengkapi den­gan suatu con­toh. Jika materi men­car ilmu ini berhar­ga , ban­tu kami mem­bagikan­nya ter­hadap teman-teman anda lewat tombol share di bawah ini.

Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com meru­pakan blog wacana materi bela­jar. Gunakan sug­uhan atau pen­car­i­an untuk mener­i­ma materi men­car ilmu yang ingin dipela­jari.

Pos terkait