Cara Investasi Jual Beli Bitcoin Kripto (Aman, Murah) Buat Pemula

Bit­coin makin memikat jadi instru­men inves­tasi. Namun saya per­caya seba­gian dari kita yang masih belum menge­tahui apakah itu bit­coin ser­ta bagaimana lakukan inves­tasi di cryp­tocur­ren­cy ini.

Saya ingin men­gu­las trik beli jual Bit­coin buat pem­u­la, ter­mak­sud bab kebi­jakan ser­ta kemu­ngk­i­nan.

Men­ga­pa inves­tasi di Bit­coin menarik ser­ta kita pent­ing menyak­sikan trik inves­tasi di instru­men keuan­gan yang ter­ma­suk masih tetap anyar ini ?

Baca Juga:

Daf­tar P2P Lend­ing Syari­ah Indone­sia Fin­tech Ter­baik

Man­faat, Jenis, Return, Resiko, Cara Beli Cryp­tocur­ren­cy

Per­ta­ma, har­ga Bit­coin, macam koin (token) krip­to ter­pop­uler, bertam­bah cukup men­colok. Cuma dalam saat per­hi­tun­gan bulan, nilainya tem­bus all-time high yang anyar.

Bit­coin naik 354% pada tahun 2020 sekalian tem­bus rekor har­ga pal­ing tingginya pada tahun 2017. Tak­lukkan return asset keuan­gan yang lain.

Ke‑2 , saya mem­pela­jari kalau mata uang krip­to makin diter­i­ma jadi alat pem­ba­yaran. Saya sendiri per­nah rasakan lang­sung, dis­u­ruh buat diba­yarkan dalam mata uang cryp­to atas satu transak­si bis­nis dig­i­tal.

Anyar — anyar ini, Pay­Pal seba­gai alat pem­ba­yaran transak­si bis­nis online pal­ing besar di dunia — 300+ juta pemakai, mengabarkan kalau mere­ka saat ini ter­i­ma Bit­coin. Pemakai Pay­Pal dap­at sim­pan ser­ta lakukan transak­si bis­nis den­gan Bit­coin di Pay­Pal.

Pem­bawaan cryp­tocur­ren­cy yang ter­de­sen­tral­isasi, tan­pa ada bank uta­ma, mem­bu­at ringan buat dipakai dalam transak­si bis­nis dig­i­tal. Pas sekali buat lakukan pem­ba­yaran beli jual online.

Ke‑3 , perda­gan­gan asset Krip­to sudah diper­bolehkan di Indone­sia di bawah Bappebti — instan­si yang men­gen­da­likan perda­gan­gan ber­jang­ka komodi­ti. Beli jual cryp­tocur­ren­cy, seper­ti Bit­coin, sudah legal.

Bukankan pemer­in­ta­han mengabarkan kalau Bit­coin ile­gal ?

Yang tak ataukah belum bisa di Indone­sia ialah memakai Bit­coin buat alat transak­si bis­nis pem­ba­yaran. Di Indone­sia Anda tak dap­at beli suatu hal ser­ta bayar den­gan Bit­coin.

Terse­di­anya kete­ta­pan hukum bab dibolehkan­nya perda­gan­gan Bit­coin di Indone­sia mem­bikin inves­tasi di asset krip­to ini lebih men­ja­di aman secara kebi­jakan.

Mekanisme Transaksi

Daftar Exchange Broker Bitcoin Terbaik Indonesia
Mekanisme Transak­si Bit­coin Indone­si­aa

Pros­es jual beli ke Bit­coin dilak­sanakan di exchange atau bur­sa. Exchange ini memi­li­ki fungsi seper­ti mar­ket­place, daer­ah yang meng­hadap­kan kon­sumen ser­ta pen­jual bit­coin.

Ser­vice di Exchange yaitu mem­be­li, jual, taruh ser­ta trans­fer asset krip­to. Transak­si bis­nis asset krip­to ter­ja­di di antara banyak anggota exchange itu.

Exchange sendiri tak ker­jakan jual-beli. Per­anan­nya cuman jadi tem­pat penghubung ser­ta kare­na itu bakal mengam­bil beber­a­pa fee, seper­ti fee jual-beli ser­ta penarikkan uang.

Di tiap-tiap exchange bakal dite­tap­kan macam — macam asset krip­to yang dap­at diper­jual-belikan di mar­ket­place mere­ka, Tiap-tiap exchange pun­yai daf­tar asset krip­to yang tidak sama — beda.

Tidak sama den­gan transak­si bis­nis di bur­sa saham, yang mana investor harus melalui bro­ker selaku penghubung, di exchange bit­coin, transak­si bis­nis lang­sung ter­ja­di di antara investor. Tak ada bro­ker penghubung dalam transak­si bis­nis di exchange bit­coin.

Peny­im­panan bit­coin atau asset krip­to dilak­sanakan di ‘wal­let’. Sama mirip saat kita pun­yai uang, kare­nanya ter­sim­pan di dom­pet atau peti uang, akan tetapi perbe­daan­nya yaitu peny­im­panan bit­coin dilak­sanakan secara dig­i­tal.

Wal­let disi­ap­kan exchange atau investor dap­at pun­yai wal­let sendiri. Sama den­gan nasabah yang dap­at menaruh uangnya di bank atau di dalam rumah.

Di wal­let, pemi­lik bit­coin menaruh ‘pri­vate-key’, yang dise­but code antik untuk dap­at mem­bu­ka bit­coin. Code itu harus dija­ga baik — baik, jan­gan per­nah lupa atau dicu­lik orang.

Pemi­lik Bit­coin bakal men­da­p­ati ala­mat wal­let. Ala­mat ini ibarat no reken­ing di bank, yang jadi tujuan kalau dilak­sanakan pen­gan­taran uang.

Untuk ker­jakan transak­si bis­nis asset krip­to, investor harus memu­tuskan ‘pair’ koin yang bakal ditransak­sikan. Exchange menyi­ap­kan pel­ba­gai pair di basis.

Pair yang terke­nal yaitu Bit­coin / Rupi­ah (BTC/IDR).

Sebab transak­si bis­nis bit­coin ter­ja­di di antara anggota exchange, har­ga jual-beli bit­coin antar exchange dap­at berlainan. Har­ga dap­at tidak sama bergan­tung likuid­i­tas, ramai tidaknya transak­si bis­nis di exchange itu.

Investor dap­at mem­o­n­i­tor sewak­tu-wak­tu di inter­net bab di mana har­ga bit­coin yang amat berkom­petisi. Diper­li­hatkan perbe­daan har­ga Bit­coin di tiap-tiap exchange.

Bagaimana langkah­nya kalau pen­gin mulai jual, mem­be­li ser­ta taruh Bit­coin ? Bera­pakah juga fee ser­ta ongkos­nya untuk transak­si bis­nis ?

Cara Jual Beli Bitcoin

Saya masuk di beber­a­pa exchange bit­coin di Indone­sia yang udah sah ter­catat di Bappebti. Lihat metode reg­is­ter, KYC, min­i­mal deposit, metode mem­be­li dan jual, dan fee yang dis­u­ruh oleh exchange.

Cara jalan­nya saya rangkai di bawah ini.

1. Buka Akun

Prasyarat per­ta­ma yakni mendaf­tarkan ser­ta buka account di exchange. Langkah­nya lumayan sim­pel.

Prasyarat mem­bu­ka account yakni isi Nama, E‑mail, Address, ser­ta mem­per­se­tu­jui Per­at­u­ran Per­se­tu­juan ser­ta Per­at­u­ran Pri­va­cy.

Dap­at ajukan melalui pro­gram mobile atau melalui web. Pro­gram dap­at did­own­load di Google Play­Store ser­ta Apple Store.

Selu­ruh­nya dilak­sanakan lewat cara online. Tidak ada ker­tas yang sebaiknya diisi, atau tidak usah tan­da-tan­gan basah.

2. Verifikasi KYC

Seu­sai buka account, pemakai harus meneruskan den­gan penge­cekan KYC. Tan­pa berhasil lolos penge­cekan ini, pemakai tidak dap­at menger­jakan negosi­asi biarpun udah mem­bu­ka account.

Penge­cekan KYC yaitu pros­es pent­ing mem­bu­at per­lin­dun­gan semuanya peser­ta di exchange dan meyakinkan kepu­tu­san AML (Anti Mon­ey Laun­der­ing) ditu­naikan secara baik.

Pros­es penge­cekan KYC terba­gi dari upload poto ID, isi per­son­al data, ambil self­ie poto den­gan perg­er­akan nor­mal dan den­gan perg­er­akan acak. Data KYC akan dio­lah yang pal­ing tidak memer­lukan wak­tu satu hari ker­ja.

Ker­ap penge­cekan tidak berhasil. Berba­gai per­i­hal yang pent­ing diin­gat wak­tu penge­cekan di yaitu yaki­ni belum pun­ya account di exchange, mem­beri per­son­al data yang betul dan tepat, dan mem­beri poto yang sama den­gan KTP.

KTP harus asli dan harus terang di wak­tu di ung­gah. Wak­tu ambil gam­bar yaki­ni paras tam­pak terang tan­pa gunakan topi dan kaca mata.

Wak­tu self­ie yaki­ni paras ada di ten­gah-ten­gah biar fotonya sama den­gan paras dan pada poto live­ness, pemakai akan dis­u­ruh buat menger­jakan salah sat­un­ya perg­er­akan. Wak­tu ambil poto yaki­ni tahan perg­er­akan sep­a­n­jang 3 detik, bila tidak berhasil silakan ulang kem­bali hing­ga sam­pai mak­si­mum 3x, kalau sudah suk­ses silahkan putuskan tombol usai, dan nan­tikan ver­i­fikasi di e mail.

3. Deposit 

Bisa lolos kon­fir­masi, cara seterus­nya ialah mende­posit untuk dap­at beli Bit­coin. Ada dua jenis deposit, adalah Rupi­ah dan Bit­coin.

(a) Rupiah

Deposit rupi­ah dilak­sanakan ke reken­ing yang udah dipu­tuskan. Deposit ini dipakai buat beli Bit­coin atau asset krip­to yang lain.

Setoran min­i­mal dim­u­lai den­gan Rp 30 ribu sd Rp 50 ribu umum­nya. Tetapi, ada pula exchange yang meng­harap min­i­mal deposit sam­pai min­i­mal Rp 500 ribu.

Cara-cara deposit yang dija­jakan oleh exchange ialah:

  • trans­fer bank (reken­ing ser­ta vir­tu­al account)
  • e‑wallet (OVO, GoPay, Shoppe­Pay)
  • Bayarkan tunai ke kan­tor
  • PPOB (Alfamart dll)
  • Kar­tu Cred­it, Kar­tu Debet (cuman exchange di luar negeri)

Silakan didala­mi mas­ing — mas­ing langkah sebab ada yang gratis, ada yang men­ge­nai cost deposit. Ada yang automa­tis hing­ga tan­pa ada butuh kir­im buk­ti trans­fer, ada yang wajib kir­im buk­ti trans­fer.

Langkah san­gat con­ve­nient menu­rut saya meru­pakan memakai vir­tu­al akun (VA) sebab uangnya lang­sung hing­ga dan tak usah men­gir­im buk­ti trans­fer. Akan tetapi, deposit den­gan VA digu­nakan cost deposit (check di kepu­tu­san fee exchange).

(b) Bitcoin

Dap­at juga deposit berben­tuk koin, dap­at Bit­coin, Ethereum ser­ta tipe coin yang lain. Di tiap exchange ada daf­tar coin yang diter­i­ma jadi deposit.

Deposit bit­coin atau cryp­tocur­ren­cy dap­at dipakai untuk beli cryp­to yang lain­nya. Putuskan pair mata uang cryp­to yang cocok.

Sam­pai, langkah deposit den­gan asset krip­to ter­mu­dah, cepat ser­ta murah, ketim­bang den­gan rupi­ah atau US$.

Exchange dap­at kelu­arkan ‘ala­mat’ wal­let. Ala­mat ini yang dipakai untuk men­gan­tarkan coin dari exchange lain.

Ongkos­nya pula tam­bah murah ketim­bang den­gan cost trans­fer uang melalui bank.

Untuk coin, exchange menen­tukan min­i­mal deposit yang diter­i­ma berlainan, bergan­tung tipe coin-nya.

© Rekening

Buat yang umum inves­tasi di saham, pastinya tahu jika di pasar modal uang nasabah ditaruh ter­pisah dari reken­ing perusa­haan ke Reken­ing Dana Nasabah (RDN) yang atas nama nasabah. Nasabah dap­at mem­bu­ka RDN dari Bank.

Di Bit­coin berlainan, uang deposit dap­at ditaruh di reken­ing perusa­haan exchange, mis­alkan di reken­ing atas nama Indo­dax atau TokoCryp­to. Nasabah meli­hat ulang sal­do deposit rupi­ah di ter­a­pan basis bit­coin.

5. Pair Aset Kripto

Sesaat akan mulai melak­sanakan transak­si bis­nis, pemakai mesti menun­juk pair atau pasan­gan yang ingin di trad­ingkan. Pair ter­pop­uler meru­pakan Bit­coin pada Rupi­ah, bera­pakah har­ga Bit­coin dalam Rupi­ah.

Pair ini sesuai sama saat beli valas, USD to IDR, bera­pakah Rupi­ah har­ga 1 US$. Ter­da­p­at banyak pair pair yang lain.

Type pair asset krip­to yang dap­at diper­jual-belikan tidak sama di tiap-tiap exchange. Setahun­ya saya, Indo­dax wak­tu ini ter­banyak men­ja­jakan pair asset krip­to, den­gan gapai 100 lebih pair asset krip­to.

Akan tetapi, pem­u­la dap­at mulai sama pair Bit­coin Rupi­ah, seba­gai asset krip­to ter­pop­uler dan amat likuid wak­tu ini. Selu­ruh­nya exchange sedi­akan pair Bit­coin ini.

4. Order

Buat ker­jakan beli-jual, pemakai mesti ker­jakan order di pro­gram atau situs exchange. Ada beber­a­pa mod­el order yang pent­ing dike­nali sebab type order terkait den­gan fee yang wajib dilu­nasi.

(a) Limit (Maker)

Tipe order ini yaitu pemakai men­em­patkan di har­ga tersendiri ser­ta tidak di har­ga yang bera­da di pasar keti­ka itu. Jadi order tidak lang­sung ter­ja­di.

Bila sta­tus jual, kare­nanya lim­it order ter­pasang di har­ga yang bertam­bah ting­gi dari har­ga pasar, bila sta­tus mem­be­li kare­nanya ter­pasang di har­ga yang lebih ren­dah dari har­ga pasar.

Order yang pend­ing akan masuk ke dere­tan order Jual/Membeli (Order Book). Den­gan demikian, anggota udah jadi seo­rang Pasar Mak­er.

Tipe order ini dikatakan ‘mak­er’ kare­na mem­bu­at order baru. Tidak sama den­gan order tak­er, yang mengikut har­ga di pasar keti­ka itu.

Order ini baru terek­sekusi sewak­tu har­ga pasar berg­er­ak sen­tuh har­ga yang ter­pasang oleh lim­it order. Sep­a­n­jang har­ga tidak berg­er­ak di har­ga yang ter­pasang, negosi­asi akan tidak ter­ja­di.

Exchange tidak mem­be­bankan fee buat tipe order mak­er ini. Fee jual-beli 0.

(b) Market (Taker / Instan)

Macam order ini segera dap­at dilak­sanakan sebab iku­ti sta­tus har­ga pasar yang ada. Jadi bila order mem­be­li, beli ke har­ga pasar wak­tu itu, bila order jual, jual den­gan har­ga pasar wak­tu itu.

Itu pemi­cun­ya order ini ker­ap dikatakan juga seba­gai order tak­er atau instant. Dikatakan Instant sebab order lang­sung ter­ja­di, sedang dikatakan tak­er sebab ambil har­ga yang telah bera­da di pasar dan tidak bikin har­ga baru.

Macam order ini digu­nakan ongkos oleh exchange. Fee ordernya kebanyakan sebe­sar rasio khusus dari nilai bis­nis, dim­u­lai dari 0.1% sd 0.3%.

© Order Book

Order book yakni data yang disi­ap­kan oleh exchange di pro­gram, yang mem­per­li­hatkan posisi order yang ada pada exchange sekarang menu­rut har­ga ser­ta banyaknya. Wak­tu satu order ter­ja­di dap­at kelu­ar dari order book.

Fungsi order book yakni mem­per­li­hatkan bagaimana perg­er­akkan har­ga di pasar ser­ta kedala­man jum­lah ordernya. Bila mau men­em­patkan har­ga, bera­pakah yang layak biar order yang ter­pasang dap­at terek­sekusi, dap­at menun­juk di info di order book.

4. Beli Jual

Pros­es pem­be­lian Bit­coin lumayan mudah. Diawali den­gan menun­juk pair yang ingin dipasarkan belikan.

Buat ordernya den­gan masukkan har­ga ser­ta jum­lah Bit­coin yang mau dibeli, lalu akan tam­pak jum­lah rupi­ah yang diper­lukan. Putuskan macam order, apa tak­er atau mak­er.

Dap­at juga bayar den­gan asset krip­to. Ting­gal putuskan pair yang sama.

Kalaupun tak­er, order akan selekas­nya terek­sekusi wak­tu itu pula sama den­gan har­ga pasar yang ada. Jum­lah pemi­likan Bit­coin akan selekas­nya terup­date ser­ta jum­lah deposit Rupi­ah menyusut sama den­gan jum­lah pem­be­lian.

Kalaupun mak­er, order tak lang­sung ter­ja­di, tung­gu hing­ga match den­gan har­ga yang dike­hen­da­ki. Semen­tara belum match, order akan tung­gu di order book.

Unit jum­lah mem­be­li ser­ta jual Bit­coin dap­at sam­pai dela­pan dig­it ada di belakang koma, ialah 0,00000001 BTC. Sehing­ga pemakai dap­at berbis­nis den­gan angka yang lumayan kecil (seper­ti 0.4981537 BTC).

Itu penye­bab­nya saya sak­sikan beber­a­pa exchange dap­at ter­i­ma bis­nis hing­ga seke­cil Rp 30 ribu. Jum­lah ini dap­at dijalankan biarpun har­ga 1 bit­coin gapai beber­a­pa ratus juta lan­taran dig­it Bit­coin yang bisa dida­p­at seke­cil hing­ga dela­pan dig­it ada di belakang koma.

Pros­es pemasaran Bit­coin seper­ti sama pem­be­lian. Cuman saat ini, sele­sai eksekusi suk­ses, deposit Rupi­ah makin bertam­bah ser­ta pemi­likan Bit­coin menyusut.

5. Withdraw

Uang Rupi­ah dap­at diam­bil dari Exchange ke reken­ing rupi­ah pun­ya pemakai. Triknya lumayan sim­pel, kemukakan penarikan di pro­gram.

Pemakai dap­at juga menarik bit­coin yang dipun­yai di exchange. Ting­gal masukkan ala­mat wal­let yang jadi tujuan pen­gan­taran bit­coin.

Diper­lukan wak­tu beber­a­pa saat hing­ga sam­pai 1 x 24 jam untuk pros­es penarikan rupi­ah. Lan­taran exchange memakai jaringan per­bankan untuk kir­im uang, lama cepat­nya dipastikan oleh pros­es di bank juga.

Penarikkan akan digu­nakan cost. Ada per­at­u­ran bab min­i­mal ser­ta max­i­mum penarikan untuk rupi­ah atau coin cryp­to.

Mas­ing — mas­ing exchange memas­tikan per­at­u­ran cost penarikkan yang berlainan — beda.

Untuk penarikan rupi­ah, ada yang mengim­ple­men­tasikan cost berwu­jud per­bandin­gan dari jum­lah­nya penarikkan atau cost flat bera­pa saja jum­lah penarikan dijalankan. Semen­tara, untuk penarikan asset cryp­to digu­nakan cost flat yang diba­yarkan dari coin yang ditrans­fer.

Baca Juga: Biaya Trans­fer BCA ke Mandiri, Lim­it dan Code Bank

7. Biaya

Exchange mengim­ple­men­tasikan beber­a­pa cost ser­ta fee dalam negosi­asi bit­coin, adalah:

  • Jual Mem­be­li. Fee yang dihi­tung berdasar per­bandin­gan atas jum­lah negosi­asi.
  • Penarikan. Fee untuk penarikkan uang ke reken­ing rupi­ah. Ada yang fee pros­en­tase, ada yang flat bera­pa saja jum­lah penarikkan
  • Deposit. Fee untuk deposit rupi­ah ke reken­ing exchange untuk dap­at ker­jakan pem­be­lian asset krip­to.
  • Trans­fer. Asset krip­to yang dipun­yai dap­at ditrans­fer ke exchange lain atau ke sama-sama anggota di exchange yang seru­pa.

8. Transfer Bitcoin

Asset krip­to dap­at ditrans­fer ke exchange lain atau dap­at ke sama-sama anggota di satu exchange. Ting­gal isikan ala­mat wal­let tujuan untuk men­gir­im kelu­ar exchange atau menuliskan­nya pemakai ID untuk men­gir­im ke satu exchange.

Ala­mat wal­let jadi sama den­gan no reken­ing jika men­trans­fer uang.

Negosi­asi blockchain habiskan wak­tu kurang lebih 30 menit buat Bit­coin, dan 5–10 menit buat asset yang lain. Lumayan cepat, ingat negosi­asi dijalankan antar negara.

Tiap pen­gangku­tan asset krip­to bisa dijalankan penelusuran den­gan menyak­sikan block con­fir­ma­tion pada blockchain ser­ta suport chain nya. Tiap exchange pun­yai batasan min­i­mal block con­fir­ma­tion yang beda buat memver­i­fikasi pen­gangku­tan asset krip­to.

Buat negosi­asi Bit­coin, penelusuran dijalankan di https://www.blockchain.com/id/explorer, Ethereum di https://etherscan.io, Bit­coin Kon­tan di https://www.blockchain.com/id/explorer.

Tidak sama den­gan deposit yang bisanya tan­pa cost, penarikan bit­coin cryp­to bakal dipakai cost. Dan ada atu­ran min­i­mal dan max­i­mum penarikan dalam satu hari buat bit­coin cryp­to.

9. Wallet

Wal­let ialah tem­pat sim­pan asset krip­to. Sama sama kita sim­pan uang di dom­pet.

Kita bakal men­da­p­at ala­mat wal­let. Ala­mat ini dipakai untuk men­gir­im atau ter­i­ma asset krip­to.

Kita dap­at sim­pan asset krip­to di exchange, di mana wal­let bakal diatur oleh exchange, atau kita dap­at pun­ya wal­let sendiri. Kea­manan wal­let harus dijamin sebab asset kita ter­sim­pan dari sana.

Bertam­bah besar pemi­likan bit­coin atau asset krip­to lain, kare­nanya bab wal­let ini harus bertam­bah jadi per­ha­t­ian. Kita mau Bit­coin aman.

10. Keamanan

Exchange mengim­ple­men­tasikan 2FA ( Two Unsur Authen­ti­ca­tion ) yang dise­but spe­si­fikasi kea­manan online, di mana pemakai dap­at lakukan klar­i­fikasi iden­ti­tas sek­i­tar 2 kali.

Wak­tu lakukan log in pada account di Exchange, sele­sai mema­sukkan pemakai ID ser­ta san­di, pemakai dap­at dis­u­ruh mema­sukkan code pri­vat yang dikir­imkan lewat SMS atau gunakan Google Authen­ti­ca­tor di telpon seluler.

Langkah terse­but menang­gung kalau tiap transak­si bis­nis dival­i­dasi oleh pemakai account sendiri. Tidak sekedar mesti tahu pemakai ID ser­ta san­di, dan juga pun­yai akses ke telpon seluler, untuk dap­at buka account.

11. Fitur Trading

Buat yang mau focus di trad­ing, exchange siap­kan pel­ba­gai fea­ture, yakni:

  • Penga­matan chart untuk menelaah har­ga secara teknikal, seper­ti sejarah negosi­asi (order ser­ta trade).
  • Order Book yang mem­berikan sta­tus order yang ada sekarang ini. Data ini pent­ing untuk menelaah pelu­ang perg­er­akkan har­ga.
  • Setop Loss. Fea­ture cut-loss yang per­lu untuk men­gatur dampak dari fluk­tu­asi har­ga yang tajam
  • Short-Sell­ing. Dap­at melak­sanakan short-sell saat pasar sedang turun.
  • OCO, atau “One Can­cels the Oth­er” untuk tem­patkan dua pesanan pada saat yang seru­pa, pesanan lim­it ser­ta stop-lim­it, yang berfaedah untuk ambil keun­tun­gan ser­ta mem­i­ni­mal­isir kap­a­sitas rugi.

Resiko Investasi Bitcoin

Terang kemu­ngk­i­nan inves­tasi Bit­coin tak dap­at di katakan kecil.

Di tiap exchange di sisi bawah situs, terdaf­tar “Dis­claimer: Perda­gan­gan asset kryp­to pun­yai kesem­patan ser­ta kemu­ngk­i­nan yang ting­gi. Yaki­ni Anda memakai peni­la­ian yang masak dalam bikin putu­san jual ser­ta mem­be­li asset Anda. Exchange tak memak­sa pemakai buat lakukan transak­si bis­nis beli jual ser­ta semuanya putu­san beli jual asset uang dig­i­tal Anda yaitu putu­san Anda sendiri ser­ta tak dikon­trol oleh fak­si mana pun.”

1. Fluktuasi Harga

Petun­juk pen­ingkatan nilai gan­ti bit­coin yang ter­ja­di demikian cepat sekalian mem­berikan har­ga bit­coin dap­at melorot secara cepat juga. High Risk High Return yakni ciri-khas cryp­tocur­ren­cy.

Fluk­tu­asi har­ga di Bit­coin dap­at ter­ma­suk berlebi­han. Pen­ingkatan, ser­ta sudah pasti pen­gu­ran­gan­nya, gemi­lang tajam.

Yang per­nah main Bit­coin per­nah cer­i­takan jika di dalam 1 bulan har­ga Bit­coin dap­at mel­on­jak 10 x lipat. Itu mak­nanya dap­at turun 10 x lipat juga.

Berikut tren har­ga Bit­coin dalam 1 tahun pal­ing akhir:

Trend harga Bitcoin Sangat Fluktuatif
Cara Inves­tasi Jual Beli Bit­coin Krip­to (Aman, Murah) Buat Pem­u­la
Trend har­ga Bit­coin San­gat Fluk­tu­atif

2. Dibobol Hacked

Ske­ma blockchain-nya amat aman ser­ta ter­bu­ka. Sis­tem peer to peer bikin pros­es kon­trol di blockchain san­gat­lah padu.

Sis­tem kea­manan Bit­coin yaitu meman­faatkan pub­lic-key (ini yaitu ala­mat di wal­let — dap­at dke­tahui umum) ser­ta pri­vate-key (raha­sia). Buat dap­at mengkon­trol­nya, orang harus pun­yai ke‑2 key ini, seper­ti no reken­ing ser­ta PIN.

Per­soalan­nya, sewak­tu menger­jakan bis­nis Bit­coin lewat Exchange, pri­vate-key tak dikasihkan, tetapi digenggam oleh exchange. Nasabah cuman dikasihkan pub­lic-key.

Namun, yang malah riskan yaitu banyak keja­di­an exchange yang di hacked, teruta­ma pada tahun 2019. Dap­at dil­i­hat di inter­net masalah keja­di­an — keja­di­an pem­bobolan exchange di beber­a­pa negara.

Ser­ta pem­bobolan itu bukan sekedar berlang­sung di exchange kecil, namun exchange besar. Exchange yang sudah memi­li­ki nilai bis­nis juta-an dol­lar sehari-harinya lan­tas dap­at terke­na gem­pu­ran hack­er ser­ta merasakan rugi yang tak kecil.

Pem­bobolan ini yang arah­nya ambil asset dig­i­tal, dilak­sanakan bukan sekedar oleh orang luar tapi juga orang dalam.

3. Regulasi

Kete­ta­pan bab cryp­tocur­ren­cy masih lumayan baru di Indone­sia. Walaupun kete­ta­pan ini mem­beri otori­tas yang padu buat perda­gan­gan cryp­tocur­ren­cy di Indone­sia, akan tetapi kete­ta­pan itu pun mem­bikin beber­a­pa per­at­u­ran yang dap­at men­gak­i­batkan kemu­ngk­i­nan buat nasabah.

Satu diantaranya meru­pakan per­at­u­ran jika exchange dap­at den­gan sta­tus ter­catat seba­gai ““Calon Peda­gang Fisik Asset Krip­to”, lalu kemu­di­an max­i­mum satu tahun ajukan diri men­ja­di “Peda­gang Fisik Asset Krip­to”. Peny­er­a­han sehabis satu tahun ini mungkin ter­to­lak oleh Bappebti jikalau ter­to­lak jadi posisi ter­catat­nya ditarik dan harus mengem­ba­likkan atau men­trans­fer asset krip­to anggota ke exchange lain.

Pros­es penu­tu­pan exchange sehabis satu tahun mulai sejak ter­catat dap­at men­gak­i­batkan kesusa­han nasabah. Lan­taran harus men­gelo­la per­tukaran asset dan meyakinkan jika exchange yang ditut­up penuhi keharu­san­nya.

Walaupun kemu­ngk­i­nan cryp­tocur­ren­cy bisa dikatakan tidak kecil, akan tetapi instru­men ini selalu menarik. Jan­jikan pref­er­en­si instru­men den­gan return yang atrak­tif sekali.

4. Modus Penipuan

Resiko penipuan inves­tasi Bit­coin bukan omong kosong sema­ta. Lumayan banyak keja­di­an penipuan men­gatas­na­makan Bit­coin.

Ini berlang­sung kare­na kete­naran Bit­coin makin naik. Ser­ta ini sebuah instru­men yang baru.

Sat­u­an tugas Sia­ga Inves­tasi OJK menyam­paikan banyak fak­si yang tak bertang­gung-jawab memakai kete­naran Bit­coin. Modus­nya, orang men­ja­jakan inves­tasi den­gan imbal hasil ting­gi tan­pa efek untuk mem­per­dayai pihak lain.

Fak­si Sat­u­an tugas udah menyu­dahi sejum­lah modus penipuan menya­mar inves­tasi di sek­tor cryp­tocur­ren­cy.

Satu diantaranya con­toh-con­tohnya di 2015 berlang­sung keja­di­an penipuan den­gan sese­o­rang pen­duduk Ameri­ka Serikat yang memi­li­ki nama Tren­don Shavers. Ia mem­ban­gun perusa­haan bur­sa Bit­coin yang memi­li­ki nama Bit­coin Sav­ing. Shaver sete­lah itu dipastikan bersalah lan­taran udah menipu den­gan sis­tem Ponzi sebe­sar US$ 150 juta.

5. Lupa Password

Bagaimana bila pun­yai lemari besi dalam rumah buat sim­pan ben­da mem­pun­yai nilai, lalu lupa gabun­gan kuncinya ? Itu dis­as­ter ! Lemari besi tidak dap­at dibu­ka.

Hal sama ter­ja­di bila pemi­lik bit­coin kelu­paan PIN/kode wal­let. Sama, tidak dap­at buka ser­ta men­ja­jakan Bit­coin kare­na di wal­let itu dis­im­pan pri­vate-key yang dipakai buat ter­hubung Bit­coin.

Apa kode/PIN yang kelu­paan, tidak dap­at dire­set, seper­ti pada ter­a­pan online bank­ing ?

Ini yang yang memi­lah Bit­coin den­gan reken­ing di per­bankan atau Pay­Pal.

Ran­can­gan Bit­coin diben­tuk demikian rupa maka dari itu cuman pemi­lik saja yang dap­at tahu ser­ta men­gen­da­likan kode wal­let dan pri­vate-key uang dig­i­tal ini. Mak­sud­nya biar tidak ada sese­o­rang, negara atau lem­ba­ga, yang dap­at buka bit­coin, tidak hanya pemi­liknya.

Situ­asi ini tidak sama den­gan ter­a­pan mobile atau account Pay­Pal, yang mana bila pemakai lupa jadi kode dap­at di reset ulan­gi den­gan kon­tribusi bank. Di Bit­coin sekali lupa, udah gone. Tidak dap­at reset ulan­gi.

Yaki­ni men­gontrol pri­vat — key baik — baik, tidak cuma dari per­am­pokan, dan juga jan­gan­lah sam­pai lupa akan gabun­gan PIN/kode wal­let. Ingat baik — baik, jan­gan­lah sam­pai lupa.

Ini prob­lem yang Keden­garan­nya sim­ple, akan tetapi pun­yai aplikasi yang serius. Koran pop­uler NYTimes per­nah menulis infor­masi masalah orang — orang yang kehi­lan­gan juta-an dol­lar kare­na lupa PIN/kode wal­let mere­ka.

6. Salah Kirim Alamat Wallet

Sudah ton­ton ala­mat wal­let ?Memi­li­ki ben­tuk alfanu­mer­ic yang lumayan pan­jang ser­ta antik. Susah untuk dike­nang, tidak seru­pa den­gan no reken­ing bank yang cukup singkat, maka dari itu gam­pang dikenang.Persoalanya, kalaupun salah ala­mat wal­let, bit­coin dap­at terkir­im pada orang yang keliru ser­ta tidak dap­at di recov­er kem­bali. Tidak seru­pa den­gan salah trans­fer di bank, yang nasabah barangkali masih dap­at mem­inta bank untuk mengem­ba­likkan dananya.

Di bit­coin, tidak ada medi­a­tor, seper­ti bank, maka dari itu tiap-tiap bis­nis yang ter­ja­di tidak dap­at diga­galkan atau dikem­ba­likkan kem­bali. Salah tuliskan ala­mat wal­let pasti terkir­im pada orang yang keliru ser­ta tidak dap­at dia­pa-apakan kem­bali.

Sebab itu, yaki­ni benar ala­mat wal­let telah dicatat secara benar, sebelum­nya menger­jakan pen­gangku­tan bit­coin.

Tips Men­gelo­la Resiko

Tips Mengelola Resiko

Cara meng­hadapi resiko terse­but adalah den­gan:

A. Diversifikasi Portfolio

Pen­ganekaraga­man porto­fo­lio ialah cara yang per­lu dik­er­jakan. Ini udah jadi stan­dar kalau tak boleh men­em­patkan selu­ruh­nya uang di satu instru­men, dita­m­bah lagi yang risikonya ting­gi sekali.

Bit­coin san­gat atrak­tif seba­gai instru­men inves­tasi. Return-nya ting­gi, san­gat­lah likuid, gam­pang diper­jual-belikan ser­ta san­gat­lah pop­u­lar.

Tetapi, risikonya pula ting­gi sekali. Fluk­tu­asi har­ga Bit­coin dap­at san­gat­lah ekstrim.

Wujud kehati — hat­ian kita yaitu den­gan tak men­em­patkan selu­ruh­nya uang di Bit­coin. Sim­pan sebe­sar yang kita dap­at untuk kehi­lan­gan.

Isti­lah­nya, sim­pan ‘uang din­gin’ di Bit­coin. Siap untuk kehi­lan­gan uang ini.

B. Diversifikasi Exchange

Beli jual asset krip­to tak satu exchange, namun di sejum­lah untuk pastikan kalau yang satu ada per­soalan, masih­lah ada exchange yang lain­nya.

Man­ala­gi, sewak­tu Bit­coin yang dipun­yai ter­sim­pan di wal­let pun­ya Exchange. Kita mesti benar — benar meyaki­ni bakal metode kea­manan wal­let pun­ya exchange itu.

Sama seper­ti yang dit­erangkan awal mulanya kalau exchange menggenggam pri­vate-key dari bit­coin dan asset krip­to yang lain, yang dibeli melalui exchange itu. Den­gan pri­vate-key itu, bit­coin dap­at diatur.

Jum­lah perkara exchange yang keco­lon­gan mem­peringatkan kita kalau biarpun banyak aksi untuk men­gontrol kea­manan exchange dari gem­pu­ran hack­er, namun tetap ter­ja­di perkara — perkara pem­bobolan. Daf­tar exchange yang keco­lon­gan tak habis, dari 2011 hing­ga saat ini 2020, ada-ada saja peri­s­ti­wanya.

Bagus­nya, peny­im­panan bit­coin di exchange cuman semen­tara dan bit­coin untuk sesu­dah itu mesti ter­sim­pan sendiri den­gan wal­let yang diatur sendiri. Tapi, peny­im­panan wal­let sendiri (tak di exchange), tak efek­tif sebab:

  • Trad­ing. Buat orang yang melak­sanakan trad­ing bit­coin atau krip­to yang lain, tak efek­tif kalaupun seti­ap mesti bolak balik kir­im ke exchange, dan ada ongkos­nya juga. Lebih ringan menaruh di wal­let pada exchange.
  • Mahal. Buat yang nilai inves­tasi di Bit­coin kecil, mem­pun­yai wal­let sendiri dibu­tuhkan cost yang tak kecil. Tam­bah murah letakkan di exchange.

Lalu, bagaimana ?

Salah sat­un­ya langkah menang­gu­langinya ialah men­em­patkan inves­tasi Bit­coin di sejum­lah exchange. Tak ter­pa­tok di satu exchange sema­ta-mata.

Salah sat­un­ya langkah menun­juk exchange ialah lihat tem­pat bur­sa itu dari blog coin­mar­ket­cap. Kian ting­gi posisinya mak­nanya kian aktif juga exchange itu dan pelu­ang cash­flow mere­ka bagus, maka kalau ter­ja­di per­soalan mem­pun­yai cap­i­tal yang lumayan buat menye­le­saikan per­soalan seje­nis peretasan/hacking.=

C. Pahami

Dala­mi baik — baik cryp­tocur­ren­cy, teruta­ma masalah trik ker­ja dan efek yang kemu­ngk­i­nan muncul. Den­gan menyadarinya secara bagus, kita dap­at menghi­tung apa instru­men ini sesuai has­rat kemu­ngk­i­nan yang kita mem­pun­yai atau mungkin tidak.

Antara lain­nya, yang per­lu meru­pakan masalah kea­manan wal­let. Tem­pat di mana pemi­lik menaruh bit­coin.

Apa tipe wal­let yang bagus den­gan keper­lu­an kita. Itu per­lu didala­mi dan dite­tap­kan tipe wal­let yang mana akan dipakai.

D. Terdaftar Resmi

Pakai exchange yang telah pun­yai tan­da ter­catat dari Bappebti. Mere­ka yang ter­catat ini terang perusa­haan­nya, mili­ki modal yang cukup ser­ta telah dis­ar­ing ketat.

Benar ada sejum­lah exchange Bit­coin pal­ing besar di dunia yang tak ter­catat di Bappebti. Kali saja exchange luar negeri ini dipu­tuskan, akan tetapi mesti dite­tap­kan jika mere­ka mili­ki ijin reg­u­la­tor yang pasti.

E. Simpan Data Baik – Baik

Pemi­lik bakal menaruh bit­coin di wal­let, baik yang di exchange atau di wal­let pun­ya sendiri. Dalam wal­let itu bakal ditaruh pri­vat — key buat meng-unlock Bit­coin, yang tan­pa ada itu Bit­coin use­less.

Kesuli­tan tam­pak wak­tu orang lupa kode buat masuk di wal­let. Ini kebanyakan berlang­sung wak­tu orang menaruh wal­let sendiri (tak di exchange), yang banyak dilak­sanakan saat nilai bit­coin udah besar, di mana orang ingin menaruh sendiri lan­taran dirasa lebih aman.

Orang menaruh bit­coin di USB yang tak ter­sam­bung ke sam­bun­gan inter­net, supaya tak dap­at di hack. Tapi, masalah ini bakal buang wak­tu, apa­bi­la kode USB, lupa.

Yaki­ni menaruh kode atau akses den­gan seba­gus-baiknya. Tidak hanya biar tak di hack pihak lain, tapi biar tak lupa kom­bi­nasinya.

Banyak insi­d­en, pri­vat — key tak raib, aman sekali, tapi pemi­liknya lupa kom­bi­nasinya. Seper­ti sama mem­pun­yai peti uang buat menaruh ben­da mem­pun­yai nilai, yang pad­u­an kun­ci peti uang lupa, maka tak dap­at dibu­ka.

Tips Memil­ih Exchange Bit­coin

Tips Memilih Exchange Bitcoin

Per­anan exchange atau bro­ker dalam transak­si bis­nis Bit­coin san­gat per­lu. Asset bit­coin dan uang yang investor mem­pun­yai ter­sim­pan di exchange itu.

Kalaupun di transak­si bis­nis saham, uang dan saham ter­sim­pan ter­pisah di bank kus­to­di­an. Di bit­coin, per­anan kus­to­di itu dijalankan oleh exchange, yang akan menaruh uang deposit dan bit­coin pun­ya nasabah.

Perbe­daan­nya kem­bali, di saham, uang nasabah ter­sim­pan secara ter­pisah di Reken­ing Dana Nasabah yang dibikin atas nama nasabah. Semen­tara, di perda­gan­gan asset krip­to, uang deposit dari nasabah ter­sim­pan di reken­ing atas nama perusa­haan exchange

Semen­tara itu, di pasar modal telah ada Indone­sia Secu­ri­ties Investor Pro­tec­tion Fund (SIPF) yang mem­beri pelin­dun­gan kepa­da asset investor. Di perda­gan­gan bit­coin tak ada pelin­dun­gan investor sama den­gan itu.

Investor seu­tuh­nya men­gan­dalkan uang dan koin-nya pada exchange. Kea­manan exchange jadi san­gat per­lu, di atas semua — galanya.

Berikut di bawah ini daf­tar peri­s­ti­wa exchange yang kecu­ri­an dan nilai kehi­lan­gan asset krip­to di dunia.

2020 2019
Alts­bit (Italy) kehi­lan­gan 6,929 BTC, 23,210 ETH Upbit (South Korea) kehi­lan­gan 342,000 ETH;
Vin­DAX (Viet­nam) $500,000 aset krip­to;
Bit­point (Japan) 1,225 BTC, 11,169 ETH, 1,985 BCH, 5,108 LTC & over 28 mil­lion
XRP­Bi­true (Sin­ga­pore) 9.3 Mil­lion XRP & 2.5 Mil­lion
ADA­Gate­Hub (UK)  23,200,000 XRPB­i­fi­nance 7,000
BTC­Drag­onEx (Sin­ga­pore) $7 Juta seni­lai aset krip­to;
Bithumb (Sin­ga­pore) 3 Mil­lion EOS & 20 Mil­lion XRPCryp­topia (NZ) 19,390 ETH

Yang menim­bulkan keco­lon­gan itu beber­a­pa — jenis. Bisa dikare­nakan di hacked oleh fak­si exter­nal, namun dap­at pula insi­d­en dicu­lik dari intern.

Bagaimana meni­lai tingkat kea­manan dan secu­ri­ty satu exchange asset krip­to ?

1. Legalitas

Saya lebih sukai yang telah tereg­u­lasi di Indone­sia, dalam masalah ini di bawah Bappebti. Per­tim­ban­gan­nya seder­hana, kalaupun ter­ja­di apa — apa, saya ringan buat protes ke kan­tornya.

Tidak sama semi­sal­nya kalaupun exchange di luar negeri, dita­m­bah lagi belum tereg­u­lasi sah di kuasa Indone­sia, yang kalau ter­ja­di suatu hal, saya dap­at susah sekali melak­sanakan protes atau adu­an.

Perusa­haan yang sah ter­catat di Bappebti pula sedik­it­nya telah penuhi semua per­at­u­ran yang diten­tukan reg­u­la­tor dan mem­pun­yai modal yang cukup. Keten­tu­an Bappebti menen­tukan jika modal min­i­mal buat perusa­haan ter­catat jadi peda­gang asset krip­to yakni Rp 100 Mil­iar dan buat beri­jin Rp 1 Tril­i­un.

Seper­ti telah dit­erangkan awal kalinya, hal ter­pent­ing buat exchange yakni masalah safe­ty, kea­manan, ingat banyak momen asset dig­i­tal dije­bol oleh hack­er. Buat mem­bu­at metode kea­manan yang padu diper­lukan modal yang tak kecil.

Akan bere­siko kalau perusa­haan cuma mem­pun­yai modal ter­batas, di mana keku­atan perusa­haan mem­bu­at metode kea­manan yang padu secara terus teru­san dap­at ter­batas.

Mis­al­nya, di luar negeri, beber­a­pa exchange yang kecu­ri­an siap men­gubah rugi cus­tomer yang asset krip­to pun­yanya dicu­lik. Exchange ini mem­pun­yai modal yang kuat buat dap­at melak­sanakan kem­ba­likan, dari sisi mem­bu­at metode kea­manan.

Semen­tara, perusa­haan kecil bermodalkan ter­batas, rata-rata tak bisa melak­sanakan peruba­han. Jan­gankan men­gubah rugi, mem­bu­at infra­struk­tur kea­manan yang kuat tidak juga ringan buat yang modal­nya ter­batas.

Dan pent­ing dike­tahui pula jika sekarang ini di Indone­sia belum­lah ada asur­an­si atau dana pelin­dun­gan cus­tomer dalam perda­gan­gan bit­coin. Sehing­ga kalau ter­ja­di per­am­pokan asset krip­to, nasabah cuma dap­at terkait di perusa­haan exchange selu­ruh­nya.

2. Verifikasi KYC

Yaki­ni jika xxchange menger­jakan pros­es tes dan KYC yang ketat dan disi­plin. Mak­sud­nya adalah untuk mene­gaskan jika pemakai atau investor yang masuk dalam dalam exchange ialah fak­si yang mili­ki iden­ti­tas terang dan dap­at ditelusuri kalau berlang­sung suatu hal.sebuah hal.

Selain itu, pros­es KYC akan mene­gaskan jika AML — Anti Mon­ey Laun­der­ing ber­jalan den­gan nor­mal. Peman­faatan asset krip­to buat keper­lu­an basuh uang dap­at dimin­i­malkan.

3. Keamanan Akses

Peman­faatan 2FA ( Two Hal Authen­ti­ca­tion ) buat ter­hubung account di mana pemakai wajib melakukan kon­fir­masi iden­ti­tas sejum­lah 2 kali. Bukan hanya mesti tahu e mail ser­ta kode, akan tetapi akses di tele­phone seluler.

Langkah ini pastikan kalau tiap bis­nis diberi tan­da tan­gan dan dival­i­dasi oleh pemi­lik account.

Selain itu, yang juga san­gat per­lu yakni bagaimana exchange men­gatur wal­let mere­ka. Wal­let yakni ‘dom­pet’ tem­pat sim­pan asset krip­to.

Sewak­tu mem­be­li bit­coin, kita ten­tun­ya tak dap­at bawa pulang fisik koin itu kare­na ini yakni asset dig­i­tal. Tem­pat peny­im­panan­nya yakni di wal­let, yang dap­at ada di exchange atau dap­at terkelo­la sendiri.

Kebanyakan, investor penge­cer yang mili­ki bit­coin den­gan jum­lah kecil, sim­pan di exchange. Mem­per­cayai asset krip­to mere­ka ke exchange.

Kea­manan exchange dalam sim­pan krip­to jadi pent­ing. Banyak kasus pem­bobolan, hacked, exchange bit­coin tun­jukkan begi­tu pent­ingnya hal secu­ri­ty ser­ta safe­ty.

4. Popularitas Exchange

Satu diantara metode lihat apa exchange itu ter­mashyur, banyak anggotanya atau mungkin tidak, yaitu den­gan lihat menu­rut jum­lah transak­si bis­nis yang dijalankan. Data ini pent­ing sebab makin banyak bis­nis­nya, bertam­bah likuid pasarnya, har­ga dap­at bertam­bah berkom­petisi.

Masalah­nya di Indone­sia belum­lah ada instan­si, yang menyi­ap­kan data transak­si bis­nis di tiap-tiap exchange itu. Datanya yang wak­tu ini ada cuman di luar, di web­site coinmarketcap.com

Coin­mar­ket­cap ranks and scores exchanges based on trafik, liq­uid­i­ty, trad­ing vol­umes, and con­fi­dence in the legit­i­ma­cy of trad­ing vol­umes report­ed.

Menu­rut Coin­Mar­ket­Cap, tingkat exchange di Indone­sia wak­tu ini (Jan 2021) meru­pakan: Indo­dax, Reken­ingku, dan Luno.

5. Diversifikasi

Tidak dap­at ditang­gung kalau uang ser­ta bit­coin yang ter­sim­pan di exchange bakal aman 100%. Efek, seke­cil apa saja, jelas ada.

Apa lagi asset krip­to meru­pakan suatu yang baru di dunia, apa lagi di Indone­sia. Celah­nya ada terus buat fak­si tidak bertang­gung-jawab menger­jakan usa­ha hacked.

Buat meng­ha­lang itu, cara pro­tek­tif yang dap­at kita melakukan sendiri meru­pakan menger­jakan pen­ganekaraga­man inves­tasi. Tidak selu­ruh­nya uang dima­sukkan di asset krip­to, seme­narik apa saja itu, namun cuma sebe­sar yang kita siap kehi­lan­gan.

Apa itu Bit­coin

Apa itu Bitcoin

Bit­coin yaitu satu diantara tipe cryp­tocur­ren­cy ser­ta san­gat pop­uler sekarang ini. Mata uang dig­i­tal ini ramai diper­jual­be­likan ser­ta kema­juan har­ga ker­ap men­ja­di rekomen­dasi.

Tapi, sesung­guh­nya Bit­coin itu cuma satu diantaranya tipe Cryp­tocur­ren­cy. Ter­da­p­at beber­a­pa Cryp­tocur­ren­cy yang lain­nya, con­tohnya Ethereum, Rip­ple ser­ta beber­a­pa puluh yang lain.

Pengertian Cryptocurrency

Men­ga­pa dise­butkan Cryp­tocur­ren­cy ?

Kelebi­han Bit­coin dan Cryp­tocur­ren­cy yang lain ialah memakai tehnolo­gi krip­tografi dan blockchain untuk amankan dan menge­cek tiap-tiap negosi­asi biar tak ada fak­si yang dap­at lakukan dou­ble-spend­ing (belan­jakan asset dig­i­tal yang seru­pa 2x).

Tehnolo­gi blockchain memu­ngkin­nya Cryp­tocur­ren­cy untuk diatur dan dimon­i­tor secara ter­de­sen­tral­isasi. Metode peman­tauan ini yang memisah den­gan mata uang biasa.

Kalaupun di mata uang Rupi­ah, mis­alkan, Bank Indone­sia seba­gai Bank Sen­tra yang berper­an seba­gai satu — sat­un­ya instan­si meman­tau peredaran Rupi­ah. Bank sen­tra di negara — negara lain pun jalankan kegu­naan yang seru­pa.

Di bit­coin, kegu­naan peman­tauan itu dik­er­jakan oleh pc — pc serv­er di pelosok dunia, yang sama sama ter­sam­bung, maka dari itu dise­butkan ‘blockchain’. Selu­ruh serv­er itu akan menulis tiap-tiap negosi­asi bit­coin dalam ‘Gen­er­al Ledger’ atau buku besar, yang berisi catatan peruba­han bit­coin.

Sebab pem­bawaan­nya yang ter­de­sen­tral­isasi, bit­coin tak dap­at dicu­ran­gi, mis­alkan untuk dou­ble-spend­ing (udah digu­nakan untuk digu­nakan kem­bali). Segalanya tert­era di serv­er dan ter­can­tum­nya tak di satu tem­pat.

Manfaat

Pem­bawaan desen­tral­isasi ini mem­bikin pros­es trans­fer atau pin­dah meng­gan­ti bit­coin tak per­lu melalui penyam­bung, seper­ti bank. Saat berlang­sung trans­fer bit­coin, cukup up-date di jaringan blockchain ser­ta itu benar-benar aman.

Den­gan fea­ture sama ini, cryp­tocur­ren­cy jadi asset dig­i­tal yang bisa dipakai untuk transak­si bis­nis vir­tu­al berba­siskan konek­si inter­net. Aman, cepat ser­ta cost trans­fer nyaris 0.

Semas­ing asset krip­to bisa diper­jual-belikan dan ditransak­sikan secara glob­al ser­ta 24/7. Nilai pin­dah tiap-tiap asset ini dite­tap­kan oleh penawaran (suplai) dan per­mo­ho­nan (per­mintaan) banyak aktor pasar perda­gan­gan.

Di tahun 2008, Bit­coin lahir, cocok saat kri­tis keuan­gan glob­al men­er­jang ekono­mi dunia. Bit­coin yang dic­etak oleh Satoshi Nakamo­to sebuah mata uang anyar — benarnya, mata uang cryp­to — yang ter­de­sen­tral­isasi. Mak­nanya, tidak seper­ti mata uang yang kita biasa pakai, Bit­coin tidak dikon­trol oleh sia­pa saja, tidak tahu itu oleh pemer­in­ta­han atau sam­pai Satoshi Nakamo­to sendiri.

Salah sat­un­ya fea­ture pent­ing meru­pakan sup­ply keselu­ruhan Bit­coin dibatas oleh code prose­dur Bit­coin jadi 21,000,000 BTC. Oleh sebab itu, banyak investor beli ser­ta sim­pan Bit­coin dalam jang­ka pan­jang lan­taran mere­ka yakin selan­jut­nya Bit­coin men­ja­di jarang seper­ti emas.

Sup­ply keselu­ruhan Bit­coin yang Ter­batas, Mem­bikin Bit­coin Jadi Jarang ser­ta Seru­pa den­gan Emas Dig­i­tal.

Faedah Bit­coin meru­pakan:

  • Alat pem­ba­yaran. Bit­coin dap­at dipakai untuk lakukan pem­ba­yaran, dan kir­im uang. Negosi­asi antar negara lebih cepat ser­ta mudah den­gan Bit­coin, diband­ing den­gan gunakan kar­tu cred­it dan trans­fer antar bank
  • Aman. Negosi­asi Bit­coin direkam di blockchain; seje­nis buku besar yang menulis semua negosi­asi.
    Ter­batas. Bit­coin cuman dibu­at sek­i­tar 21 juta unit. Jum­lah yang gak bergan­ti ini pastikan Bit­coin masih berhar­ga.
  • Den­gan ini, seper­ti pada emas, Bit­coin pada intinya san­gat jarang.
    Return pal­ing meng­giurkan. Inves­tasi Bit­coin sebe­sar Rp 1 juta di 2013, kalau ditukar saat ini diakhir 2020, nilainya sama den­gan sebuah mobil anyar. Nilai Bit­coin mengenyam fluk­tu­asi, tapi trend-nya sejak mulai awal mula nilai Bit­coin bertam­bah.

Bitcoin vs Emas

Buat sim­pel­nya, renungkan inves­tasi di Bit­coin sama mis­al­nya den­gan inves­tasi emas. Banyaknya ter­batas, mili­ki banyak faedah ser­ta per­la­han-lahan har­ga bertam­bah.

Sam­pai diband­ing emas, Bit­coin mili­ki beber­a­pa kelebi­han lain, yakni:

Divis­i­bil­i­ty (Kemam­puan Dipec­ah men­ja­di jum­lah kecil): Mis­alkan pun­yai 1 batan­gan emas, lalu pen­gin beli barang den­gan har­ga 0,5 tangkai emas, tidak mungkin, lan­taran ter­lalu sukar untuk mem­ba­gi emas itu jadi poton­gan kecil untuk menger­jakan transak­si bis­nis. Akan tetapi, apa­bi­la Anda pun­ya 1 BTC, Anda bisa kirim/mentransaksikan jum­lah seke­cil 0,00000001 BTC. Maka anda dap­at berbis­nis den­gan angka yang se-aku­rat anda per­lukan (seper­ti 0.4981537 BTC).

Ease of Trans­ac­tion (Kemu­da­han Transak­si): Emas cukup berat secara fisik maka sukar dibawa kem­ana saja, ser­ta bere­siko buat dibawa dalam skala besar. Tidak seru­pa den­gan Bit­coin yang tak pun­yai berat fisik — apa­bi­la ada inter­net, anda bisa men­gir­i­mi Bit­coin ke sia­pa saja di dunia pada jum­lah bera­pa saja di dalam 10 menit.

Secu­ri­ty of Stor­age (Kea­manan Peny­im­panan): Emas gam­pang dicu­lik, ser­ta buat sim­pan emas dalam skala besar den­gan aman, Anda butuh kelu­arkan beber­a­pa langkah per­lin­dun­gan yang lumayan besar (seper­ti peti uang peny­im­panan, kam­era peng­in­tai, ser­ta yang lain). Akan tetapi, Anda bisa sim­pan Bit­coin pada jum­lah bera­pa saja di ter­a­pan cryp­to bisa diper­caya (seper­ti Pin­tu) atau *hard­ware wal­let (*dom­pet piran­ti keras) seke­cil USB stick, seper­ti Ledger atau Tre­zor.

Net­work Effect & Price Appre­ci­a­tion (Resiko Jaringan dan Ani­mo Har­ga): Emas adalah kelas asset yang udah tua/lama, ser­ta tem­pat buat perkem­ban­gan har­ga ter­batas. Semen­tara Bit­coin yaitu kelas asset yang cen­derung lebih muda, ser­ta lan­taran dia hidup di inter­net. Bit­coin mem­per­oleh kegu­naan dari resiko jaringan: makin beber­a­pa orang meman­faatkan Bit­coin, makin cepat nilai ser­ta har­ga Bit­coin dap­at naik.

Reg­u­lasi Krip­to di Indone­sia

Regulasi Kripto di Indonesia

Kepu­tu­san hukum bab diizinkan­nya jual mem­be­li asset krip­to yaitu den­gan dikelu­arkan­nya atu­ran yang men­gen­da­likan bab ini oleh Menteri Perda­gan­gan dan Bappebti. Per­at­u­ran cryp­tocur­ren­cy di Indone­sia ada di bawah peman­tauan Tubuh Pen­gawas Perda­gan­gan Ber­jang­ka Komodi­ti (BAPPEBTI).

Atu­ran jual mem­be­li bit­coin dan asset krip­to diperke­nankan seba­gai komod­i­tas ter­can­tum di

  • Atu­ran Menteri Perda­gan­gan Nomor 99 Tahun 2018 per­i­hal Kepu­tu­san Umum Penye­leng­garaan Perda­gan­gan Ber­jang­ka Asset Krip­to dan
  • Atu­ran Tubuh Pen­gawas Perda­gan­gan Ber­jang­ka Komodi­ti Nomor 5 Tahun 2019 per­i­hal Kepu­tu­san Teh­nis Penye­leng­garaan Pasar Fisik Asset Krip­to (Cryp­to Asset) di Bur­sa Ber­jang­ka. Per­at­u­ran ini diberi tan­da tan­gan di 8 Feb­ru­ari 2019.

Sesuai sama atu­ran Bappebti itu, beli-jual Bit­coin dan mata uang dig­i­tal yang lain legal di Indone­sia. Orang bisa melak­sanakan beli-jual lewat peda­gang asset krip­to.

Bit­coin dan asset krip­to yang lain pula dia­mati secara ketat oleh Bank Indone­sia dan OJK, yang larang Bit­coin dan mata uang dig­i­tal yang lain seba­gai wujud pem­ba­yaran sebab bukan datang dari indus­tri keuan­gan.

Sisi pent­ing dalam Atu­ran Bappebti ialah masalah exchange, tem­pat di mana investor wak­tu ini melak­sanakan jual, mem­be­li, taruh (rupi­ah atau coin) dan trans­fer asset krip­to. Kea­manan dan kebi­jakan exchange jadi soal yang pent­ing buat investor.

Atu­ran Bappebti menen­tukan jika:

Per­ta­ma, Peda­gang Fisik Asset Krip­to ialah fak­si yang udah men­da­p­at per­jan­jian dari Kepala Bappebti buat melak­sanakan negosi­asi Asset Krip­to baik atas nama diri kita sendiri, dan/atau mem­berikan fasil­i­tas negosi­asi Kon­sumen Asset Krip­to.

Peda­gang Fisik Asset Krip­to ialah exchange yang wak­tu ini dipakai investor buat melak­sanakan beli-jual asset krip­to.

Ke‑2 , exchange harus ajukan reg­is­ter ke Bappebti seba­gai “Calon Peda­gang Fisik Asset Krip­to”, den­gan penuhi kepu­tu­san:

  • meny­er­ahkan modal awalan seni­lai Rp 100 mil­iar
  • mem­bela sal­do modal akhir seni­lai Rp 80 mil­iar.
  • mem­berinya doc­u­ment yang dibu­tuhkan,
  • mem­berinya akses ske­ma pada BAPPEBTI (read only), dan
  • mem­berikan lapo­ran peri­odik atas real­isasi perda­gan­gan asset krip­to.

Bappebti telah kelu­arkan tan­da ter­catat ke 13 perusa­han seba­gai “Calon Peda­gang Fisik Asset Krip­to”. Baiknya negosi­asi asset krip­to di Indone­sia dijalankan cuman di 13 perusa­haan yang telah tereg­u­lasi ini.

Ke‑3 , Bappebti mem­berinya wak­tu max­i­mum satu tahun sejak mulai tan­da daf­tar dis­er­ahkan kepa­da tiap perusa­haan “Calon Peda­gang Fisik Asset Krip­to” men­ja­di “Peda­gang Fisik Asset Krip­to”, den­gan penuhi beber­a­pa kri­te­ria.

Salah sat­un­ya kri­te­ria jadi ” Peda­gang Fisik Asset Krip­to” ialah modal harus bertam­bah jadi Rp 1 Tril­i­un dari mulanya Rp 100 Mil­iar. Ter­ja­di penam­ba­han 10x lipat dalam soal modal.

Ke‑4, kalau dalam saat satu tahun, “Calon Peda­gang Fisik Asset Krip­to” tidak berhasil penuhi kepu­tu­san dari Bappebti, kare­nanya perusa­haan yang tidak berhasil itu harus dibubarkan dan aset­nya diarahkan ke perusa­haan lain.

Berikut cup­likan dari Atu­ran Bappebti “Calon Peda­gang Fisik Asset Krip­to yang diu­rungkan reg­is­ternya mesti:

men­garahkan Kon­sumen Asset Krip­to, dana, dan Asset Krip­to pun­ya Kon­sumen Asset Krip­to pada calon Peda­gang Fisik Asset Krip­to yang udah men­da­p­at tan­da daf­tar atau Peda­gang Fisik Asset Krip­to yang udah men­da­p­at per­se­tu­juan;

atau kem­ba­likan dana dan/atau ser­ahkan Asset Krip­to pun­ya Kon­sumen Asset Krip­to yang diaturnya, dan tidak diper­bolehkan ter­i­ma Kon­sumen Asset Krip­to yang anyar.”

Dari atu­ran Bappebti ini, investor dap­at meman­dang jika wak­tu ini selu­ruh peda­gang asset krip­to yang telah ter­catat masih den­gan sta­tus ‘Calon Peda­gang’. Tetap harus dis­ak­sikan satu tahun kem­bali, apa perusa­haan — perusa­haan ini lolos jadi ‘Peda­gang Asset Krip­to’.

Kesimpulan

Bit­coin yakni macam inves­tasi yang san­gat bagus, ter­pent­ing dari sisi return. Cryp­tocur­ren­cy ini mili­ki banyak fungsi yang mem­bikin har­ga mem­bum­bung ting­gi dalam seke­jap.

Tapi, efeknya pun tidak kecil, har­ga dap­at berfluk­tu­asi 10x lipat di dalam 1 bulan. Dita­m­bah lagi, lan­taran tetap belum mature, san­gat banyak pro kon­tra bab instru­men ini.

Orig­i­nal­ly post­ed 2021-04-29 03:19:42.

Pos terkait