Budaya Bugis Pinrang Maccera Siwannua, Terlupakan?

Sumber: Unplash/Charl Durand
banner 468x60

Budaya Bugis Pinrang Maccera Siwannua harus dijaga. Jangan biarkan punah, karena pengaruh budaya luar.

Bila ingin menjaganya. Jangan menganggap, kebudayaan orang lebih baik dari kebudayaan kita sendiri.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Tetapi jangan pula sampai menganggap budaya orang lain hina sehingga tidak mempelajarinya. Hanya saja, jangan sampai kebudayaan sendiri terlupakan.

Seperti Budaya Bugis Pinrang Maccera Siwannua, ini. Budaya yang lahir dari tradisi nenek moyang ini. Jangan biarkan hilang ditelan zaman edan ini.

Beruntung, Budaya Bugis Pinrang satu ini masih ada hingga sekarang. Namun, tak ada jaminan akan terus terjaga bila generasi muda Pinrang kian hari kian terkena sindrom xenosentrisme.

Apa Itu Maccera Siwannua?

Budaya Bugis Pinrang Maccera Siwannua terdiri atas dua kata. Pertama Maccera yang berarti menyucikan dan kedua Siwanua yang berarti satu kampung.

Budaya tradisional ini masih bisa kita jumpai hingga sekarang yakni di Desa Alitta, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang dan sudah dilakukan lebih dari seratus tahun lebih.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Muh. Ardi Akam Lawwarani dan Nur Alizah dari Universitas Hasanuddin pada 2018 lalu, sebenarnya inti dari tradisi ini adalah pemotongan kerbau hitam atau masyarakat setempat menyebutnya, Tedong Bolong Mattanru Ulaweng.

Artinya sebuah kerbau hitam yang memiliki tanduk emas. Namun tanduk emas yang dimaksudkan hanyalah kiasan. Bukan tanduk kerbau seperti apa adanya.

Tanduk kerbau emas yang dimaksudkan ini adalah, sebuah jarum yang terbuat dari emas murni yang kemudian ditancapkan di sekitar tanduk kerbau tersebut.

Lalu kemudia diarak keliling kampung. Diiringi perlengkapan seperti banranga, gonceng-gonceng (sejenis alat musik gendang). Setelah itu dikubur.

Budaya Bugis Pinrang Maccera Siwannua
Sanro Wanua mempersiapkan persembahan kepala kerbau. (Sumber: jurnalwalasuji.kemdikbud.go.id)

“Saat ini Maccera Siwanua dirangkaikan dengan pesta rakyat sebagai bentuk penghormatan kepada Raja La Massora Ritual. Tujuannya untuk menolak bala, penyucian kampung, dan membuang sial.”

Sekadar diketahui, Maccera Siwanua juga biasa disebut dengan Maccera Arajang. Budaya Bugis Pinrang Maccera Siwannua ini adalah salah satu adat istiadat yang dilakukan di Bujung Lapakkita.

Tujuan utamanya untuk memberikan persembahan kepada Arajang Alitta. Selain itu sebagai salah satu yang kini menjadi pesta rakyat dengan harapan penyucian kampung.

Dengan ritual tersebut penduduk kampung diharapkan bisa terhindar dari bala atau sial, yang tentunya pula agar bisa mempererat hubungan emosional antarmasyarakat.

Apakah kebudayaan ini akan hilang ditelan zaman. Jangan biarkan. Mari untuk terus bersama-sama melestarikannya atau jangan-jangan generasi zaman sekarang malah sudah ada yang tak tahu apa itu Maccera Siwannua. (*)

Tinggalkan Komentar

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *