Buah Pikir Terakhir Yani Libels| Kita Perlu Renungi

Ada pepatah bijak menyam­paikan bah­wa pen­gala­man yakni guru yang pal­ing baik. Bela­jar dari pen­gala­man hidup orang lain ialah opsi hidup yang bijak­sana. Sama menyeru­pai men­car ilmu , nyatanya tidak sia­pa pun bisa memetik pela­jaran pent­ing dari suatu pen­gala­man. Ada kalanya insan con­dong mem­pela­jari pen­gala­man berhasil orang lain den­gan impian sang­gup memal­sukan kesuk­sesan terse­but. Tak jarang kita menye­pelakan kega­galan orang lain dan meni­lai tidak ada hal pent­ing di balik kega­galan terse­but. Pada­hal , banyak orang yang berhasil ban­gun dari keter­pu­rukan alasan­nya yakni men­car ilmu dari kega­galan orang lain. Mere­ka mem­pela­jari hal-hal yang menye­babkan kega­galan dan beru­paya untuk meny­ingkir dari hal-hal terse­but.

Kega­galan yakni hal yang nis­caya per­nah diala­mi semua orang. Dalam pros­es men­car ilmu , kega­galan ialah hal yang biasa. Akan namun , terny­a­ta banyak hal yang tidak kita sadari. Kega­galan ker­ap kali muncul jus­tru alasan­nya yakni kita menyak­sikan pen­gala­man dari sudut pan­dang yang kita fikir benar. Banyak cara yang laz­im dijalankan untuk meraih kesuk­sesan dan banyak orang sudah men­jangkau kesuk­sesan den­gan cara terse­but. Akan namun , tidak sia­pa pun sadar jikalau kesuk­sesan yang mere­ka raih intinya bukan­lah alasan­nya yakni poin-poin yang mere­ka pela­jari melainkan cuma suatu argu­men laz­im per­i­hal arti kesuk­sesan. Di segi lain , banyak yang men­gala­mi kega­galan jus­tru alasan­nya yakni memal­sukan cara yang dijalankan oleh orang-orang berhasil ter­dahu­lu.
Terkadang , kita mesti men­car ilmu dari orang-orang yang tidak ter­duga. Seo­rang pengemis di jalan bisa saja mem­beri wangsit lebih ketim­bang seo­rang pebis­nis berhasil ter­gan­tung bagaimana sudut pan­dang kita. Namun yang nis­caya , jikalau anda mem­ba­ca pen­da­p­at-pen­da­p­at orang kon­dang men­ge­nai kehidu­pan baik itu kesuk­sesan , kesuk­sesan dan seba­gianya , selu­ruh­nya hanyalah suatu argu­men yang kemu­di­an disukai secara umum. Kita meni­lai perny­ataan itu suatu kebe­naran yang dap­at saja ter­ja­di alasan­nya yakni mere­ka sudah berpen­gala­man. Akan namun , jikalau anda amati den­gan sek­sama anda akan mener­i­ma beber­a­pa perny­ataan yang sung­guh berten­tan­gan. Hal itu menampilkan bah­wa bek­er­jsama segala hal bergan­tung pada bagaimana kita menyikapinya.
Pada poten­si ini kami ingin men­gu­las pesan posi­tif yang sung­guh inspi­ratif dari seo­rang per­son­il trio libels , Alm. Yani Dju­nae­di yang mening­gal pada 23 Maret 2015. Seper­ti yang dilan­sir oleh banyak media setem­pat , dia mening­galkan suatu sta­tus di media laz­im yang menu­rut kami patut kita renungkan bersama. Berikut beber­a­pa poin pent­ing yang sem­pat dia bagikan beber­a­pa hari sebelum keper­gian­nya :
  1. Saya pikir , hidup itu mesti banyak mem­inta , terny­a­ta mesti banyak mem­beri
    Bagi banyak orang men­da­p­atkan lebih menggem­bi­rakan ketim­bang mem­beri. Hal ini sama den­gan meng­hara­p­kan sesu­atu yang besar tetapi meno­lak untuk melakukan hal besar. Seba­gai gen­erasi penerus bangsa , sudah selayaknya kita menampilkan hal posi­tif ter­hadap bangsa dan negara. Jika tidak dap­at melakukan hal besar menyeru­pai itu , min­i­mal berikan hal posi­tif untuk diri kita sendiri. Jika tidak dap­at mem­bang­gakan orang lain , min­i­mal jan­gan menun­tut dan bikin malu.
  2. Saya pikir , say­alah orang yang pal­ing jago , terny­a­ta ada lan­git di atas lan­git
    Kami rasa sia­pa pun paham dan setu­ju den­gan kata-kata terse­but. Akan namun , seir­ing den­gan kema­juan zaman , lihat­lah bagaimana kesen­jan­gan sosial menampilkan sifat-sifat angkuh banyak manu­sia. Banyak orang yang tan­pa sadar mem­bang­gakan sesu­atu yang bukan miliknya.
  3. Saya pikir , kega­galan itu akhir , terny­a­ta cuma kesuk­sesan yang ter­tun­da
    Secara lang­sung , kami sung­guh suka den­gan poin ini. Kega­galan memang ser­ingkali berhasil mematahkan seman­gat kita sam­pai berkeping-keping. Akan namun , tanamkan­lah dalam angga­pan kita bah­wa kega­galan hanyalah kesuk­sesan yang ter­tun­da. Kita cuma akan gagal jikalau kita mene­gaskan untuk berhen­ti men­co­ba. Sela­ma masih ada kemauan , maka Tuhan akan meno­long mewu­jud­kan­nya.
  4. Saya pikir berhasil itu mesti bersusah payah , terny­a­ta ker­ja cer­das
    Hal ini ialah kesala­han yang laz­im ter­ja­di di masyarakat. Suk­ses senan­ti­asa dikaitkan den­gan per­juan­gan dan tete­san keringat sehing­ga banyak yang berfikir jikalau ingin berhasil mesti melakukan peker­jaan keras. Bahkan ada spe­sialis yang menyam­paikan bah­wa jikalau kita meng­hara­p­kan kese­nan­gan , maka ker­ja keraslah hukum­nya. Kami merasa perny­ataan terse­but sung­guh-sung­guh keliru. Kena­pa ?? Kare­na pada keny­ataan­nya , orang yang melakukan peker­jaan cer­das jauh lebih berhasil dari orang yang melakukan peker­jaan keras. Ker­ja cer­das bukan bermak­na cuma bisa dijalankan oleh orang-orang yang cer­das den­gan pen­didikan ting­gi , sia­pa pun bisa melakukan peker­jaan cer­das. Mere­ka yang cuma tamat Seko­lah Menen­gah Per­ta­ma tetapi berhasil men­ja­di pebis­nis , itu alasan­nya yakni mere­ka cer­das dalam bek­er­ja.

    Hubun­gan­nya den­gan anda selaku pela­jar , anda tidak per­lu men­car ilmu keras untuk men­jangkau keber­hasi­lan. Anda mesti men­car ilmu cer­das untuk menge­jar-nge­jar prestasi anda. Bela­jar keras itu ham­pir seru­pa den­gan men­car ilmu mati-mat­ian semala­man untuk men­ga­hadapi ulan­gan (Sis­tem Kebut Semalam) atau men­car ilmu saban hari pagi , siang , dan malam tan­pa mengin­gat sedik­it­pun pela­jaran yang sudah lewat. Ingat­lah men­car ilmu cer­das jauh lebih efek­tif ketim­bang men­car ilmu keras. Sekalipun kalian cuma mem­pun­yai wak­tu 2 jam saban hari untuk men­gu­lang pela­jaran seko­lah , jikalau kalian cer­das dalam men­car ilmu maka risikonya akan jauh lebih baik. Cer­das dalam men­car ilmu yakni bisa mem­per­gu­nakan wak­tu sebaik-baiknya untuk sung­guh-sung­guh menger­ti materi yang dipela­jari. Temukan­lah cara anda untuk sang­gup mengin­gat dan menger­ti materi untuk rentang wak­tu pan­jang. Seti­ap orang pun­ya cara yang berbe­da. Mes­ki demikian , ada satu hal yang pasti. Lan­car kaji alasan­nya yakni diu­lang. Cer­das dalam men­car ilmu bermak­na bersung­guh-sung­guh men­gu­lang materi yang sudah melalui sehing­ga men­ja­di sudah biasa dan mahir.

  5. Saya pikir , kun­ci nir­wana itu ada di lan­git , terny­a­ta ada di hatiku
    Kita tidak dap­at pungkiri hal ini. Banyak orang yang bikin sur­ganya sendiri den­gan banyak sekali cara bahkan mele­watkan hal-hala yang bek­er­jsama men­jeru­muskan­nya lebih jauh dari nir­wana itu.
  6. Saya pikir , Tuhan senan­ti­asa mengab­ulkan seti­ap undan­gan , terny­a­ta Tuhan cuma menampilkan yang kita per­lukan
    Jan­gan per­nah mem­ben­ci Tuhan cuma alasan­nya yakni tidak semua doa­mu dik­ab­ulkan­Nya. Kita cuma tidak menyadari bah­wa sesung­guh­nya Ia senan­ti­asa mem­beri segala hal yang kita butuhkan. Keser­aka­han­lah yang menye­babkan kita tidak puas dan merasa dia­baikan. Yang mesti kita lak­sanakan adalh bersyukur. Semakin ser­ing bersyukur maka Tuhan akan terus memadai bahkan melebihkan nikmat.
  7. Saya pikir , makhluk yang pal­ing bisa berta­han hidup yakni yang pal­ing pandai , atau yang terbe­sar lengan berkuasa , terny­a­ta yang pal­ing cepat merse­pon peruba­han
    Satu pola yang palin seder­hana per­i­hal perny­ataan ini yakni banyaknya murid yang tidak lulus cobaan masuk Per­gu­ru­an Ting­gi Negeri pada­hal mee­ka ter­catat selaku murid yang pandai dan berprestasi di seko­lah­nya. Kega­galan itu dap­at saja ter­ja­di alasan­nya yakni mere­ka anggap remeh atau merasa sudah cukup kom­pe­ten sehing­ga kurang berlatih atau bisa saja alasan­nya yakni mere­ka tak mem­pun­yai tak­tik yang baik.

  8. Saya pikir kesuk­sesan itu alasan­nya yakni turunan , terny­a­ta alasan­nya yakni keteku­nan
    Banyak di antara kita yang sudah merasa puas dan gem­bi­ra saat telahir dalam kelu­ar­ga yang kaya raya. Hal terse­but tidak jarang bikin kita lupa diri bah­wa segala hal sang­gup berubah dan kehidu­pan menyeru­pai roda yang berputar. Kita tidak per­nah tahu bagia­man masa depan oleh alasan­nya yakni itu kita cuma bisa meren­canakan­nya sebaik mungkin. Banyak di antara kita yang merasa jago pada­hal kekayaan yang dinikmatinya yakni kekayaan orang­tu­anya yang belum pasti akan tetap ada saat orang­tu­anya mening­gal. Hal ini­lah yang menye­babkan banyak orang yang men­gala­mi kega­galan di usia pro­duk­tif pada­hal ia kon­dang kaya raya sebelum­nya.
  9. Saya pikir , keelokan luar itu pal­ing menawan , terny­a­ta inner beau­ty yang lebih menawan
    Jika anda yakni orang yang ter­lahir den­gan wajah kri­te­ria atau fisik yang kurang ide­al , maka anda tidak per­lu merasa kecil hati atau men­ja­di patah seman­gat. Per­ay­alah , jikalau anda mem­pun­yai inner beau­ty yang bagus maka hal itu akan menu­tupi semua kelema­han anda yang ter­li­hat dari luar. Anda boleh saja pun­ya wajah elok atau gan­teng dan disukai banyak orang , tetapi jikalau anda mem­pun­yai sifat yang jelek dan angkuh ten­tu orang-orang yang awal­nya sim­pati akan men­ja­di tidak suka.
  10. Saya pikir , keba­ha­giaan itu saat menen­gok ke atas , terny­a­ta saat menyak­sikan ke bawah
    Memang , adakalanya kita mesti menyak­sikan ke atas agar kita ter­mo­ti­vasi untuk men­ja­di lebih baik. Akan namun , menyak­sikan ke atas ker­ap­kali menye­babkan kecem­bu­ru­an yang menye­babkan hati men­ja­di tidak puas. Keadaan pasti akan makin jelek jikalau kita memak­sakan diri untuk mengim­ban­gi sesu­atu yang belum bisa kita tandin­gi. Jika sudah menyeru­pai itu ten­tu keba­ha­gian­pun sulit diper­oleh. Akan namun , hal itu dap­at kita hin­dari den­gan cara ser­inglah menyak­sikan ke bawah biar kita sadar bah­wa masih ter­lalu banyak orang yang lebih tidak berun­tung. Intinya , syukuri­lah segala hal yang kita pun­ya.
  11. Saya pikir , usia insan itu diukur dari bulan dan tahun , terny­a­ta dijum­lah dari apa yang sudah dilakukan­nya ter­hadap orang lain
    Pada dasarnya , usia tidak sang­gup kita kaitkan den­gan perki­raan matem­ati­ka. Usia bukan men­gatakan men­ge­nai kuan­ti­tas namun kual­i­tas. Ada pepa­ta bijak menyam­paikan bah­wa orang yang suda bau tanah sekalipun jikalau ia masih mau men­car ilmu maka ia masih muda , akan namun jikalau orang yang masih muda tidak mau lagi men­car ilmu maka ia sudah tua. Makara usia tidak ditun­jukkan oleh bilan­gan ter­ten­tu.
  12. Saya pikir , yang pal­ing berman­faat itu duit dan kekuasaan-emas-per­ma­ta , terny­a­ta bukan juga , , , yang ter­pent­ing dan pal­ing mahal itu “Kese­hatan dan nama baik”
    Banyak orang yang bersusah payah mati-mat­ian untuk menghim­pun har­ta kekayaaan sehing­ga mere­ka lupa bah­wa kese­hatan dan anam oke yang pal­ing berhar­ga. Banyak orang yang kem­bali jatuh miskin saat salah satu anggota kelu­ar­ganya sak­it parah. Hal itu teja­di alasan­nya yakni mere­ka ter­lalu keras dalam melakukan peker­jaan dan lupa ter­hadap kodrat­nya selaku insan yang butuh isti­ra­hat. Oleh alasan­nya yakni itu , uta­makan­lah kese­hatan anda ker­e­na har­ta yang anda mili­ki men­ja­di sung­guh sia-sia saat nada sak­it.
Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com yakni blog per­i­hal materi bela­jar. Gunakan Kolom Search atau pen­car­i­an untuk mener­i­ma materi men­car ilmu yang ingin dipela­jari.

Pos terkait