spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bright Star, Cinta Dan Puisi

resensi+film+bright+star
Lebih gampang dikagumi ketimbang menyentuh secara emosional, Bright Star secara tegas merayakan kegembiraan akan puisi. Mereka yang menggemari keindahan bahasa dan kata-kata puitis akan menikmati obrolan film ini, selain juga kemegahan visual yang ada. Dengan shots yang luar biasa dan penggarapan yang terampil. Bright Star adalah suatu keindahan. Walaupun film ini tidak betul-betul sukses menghidangkan sebuah romansa.

Potret suatu dongeng cinta gagal antara penyair Inggris permulaan kurun ke-19 John Keats (Ben Whisaw) dan gadis penggemar fashion Fanny Brawne (Abbie Cornish) nampaknya lebih gampang dituangkan dalam kata-kata. Bagaimanapun, sutradara Jane Campion dengan fasih “menangkap” karya-karya gemilang Keats.

Awalnya, Fanny ialah seorang penggemar fashion dan inilah yang menjadikan Keats menatap rendah dirinya. Fanny menyukai dansa formal dan sering diundang ke pesta-pesta resmi sementara Keats sebaliknya.

Keats lantas tersentuh dikala mengenali reaksi Fanny saat tahu kerabat pria Keats menderita sakit serius. Sebuah persahabatan yang menjelma cinta pun terjalin. Cinta yang ternyata amat dalam dan kuat.

Ibu Fanny (Kerry Cox) menginginkan putrinya menemukan jodoh yang setara dan kaya raya. Padahal Keats ialah seorang seniman miskin yang mengandalkan santunan dari teman dan saudaranya. Salah satunya yakni Charles Armitage Brown (Paul Schneider), seorang teman yang mengerti kesulitan Keats dalam hal finansial dan cinta.

Penekanan yang besar lengan berkuasa pada aspek puisi mengalahkan penggambaran akan sebuah kehendak yang terkekang. Penonton pun terhalang ketika menjajal masuk ke dalam aksara Keats yang kompleks, apalagi dikala menjajal memahami perubahan Fanny dari seorang party girl menjadi penggemar puisi.

Sinematografi, rancangan buatan, dan kostum ditampilkan dengan sangat elok dan sempurna, begitu pula puisi-puisi karya Keats yang dimasukkan dalam film. Bulan terakhir dalam hidup Keats yang singkat mengalir tanpa kendala. Tetapi tempo film yang tidak terlampau cepat memiliki peluang menghancurkan klimaks.

Rasanya, tak ada yang mampu menulis puisi cinta dan mengekspresikan kasih sayang dengan berkilauan seperti John Keats. Bright Star mengingatkan kita akan kehebatannya dan betapa kilauan itu meredup terlalu cepat….

Sutradara : Jane Campion
Skenario : Jane Campion
Pemain : Abbie Cornish, Ben Whishaw, Paul Schneider, Kerry Cox

sumber:http://www.usatoday.com/life/movies/reviews/2009-09-17-bright-star_N.htm

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang!

Popular Articles