1. Arti Feature (Karangan-khas)

Feature yang diindonesiakan menjadi karangan khas dan disingkat karkhas, adalah kata yang belum mempunyai arti yang disepakati bersama oleh para ahli jurnalistik.

Masing-masing ahli memberikan rumusannya sendiri-sendiri tentang kata feature, bahkan dikatakan bahwa feature merupakan kata yang paling banyak mempunyai arti dalam kamus kewartawanan.

Oleh sebab itu, profesi jumalistik masih harus menyusun rumusan yang tepat tentang kata ini.

Walaupun demikian, para ahli jurnalistik dipertemukan dalam satu pemahaman yang sama yaitu bahwa feature (karkhas) bukan berita-lempang (straight/spot/ hard news) dan tidak mempunyai tata penulisan yang baku yang dimiliki berita-lempang.

Bagi insan media massa, berita-lempang adalah laporan tentang peristiwa tisik dan intelektual, misalnya bencana alam dan pendapat seseorang.

Yang terjadi atau diucapkan pada saat itu dan ditulis menurut rumus yang tidak boleh tidak harus ditaati.

Yakni 5W + H (who = siapa, what = apa, when = kapan, where = di mana, why = mengapa, how = bagaimana).

Dan laporan itu disusun menurut gaya bangunan atau struktur piramida terbalik.

Arti dari rumus 5W + H dan struktur piramida terbalik adalah bahwa segi terpenting dari peristiwa ditulis

Pada paragraf pertama yang disebut lead, atau teras berita, yang diikuti dengan segi-segi peristiwa lainnya dalam beberapa paragraf berikutnya yang dinamakan body, atau tubuh berita, yang semakin ke bawah se-makin berkurang pentingnya.

Selain itu, berita-Iempang dilaporkan secepat mungkin agar tidak menjadi basi atau agar tidak tersusul oleh peristiwa penting lainnya, dan seobyektif mungkjn tanpa campuran emosi atau pendapat pewarta.

Isi berita-lempang berupa fakta peristiwa atau fakta pendapat orang lain yang pokok-pokok saja tentang ekonomi, politik, agama, pertahanan.

Keamanan, kejahatan, pengadilan, kecelakaan, kelahiran, kematian, bencana alam, rapat, pertanian, perburuhan, pendidikan, seni dan budaya, serta ilmu pengetahuan.

Mengingat bahwa belum ada arti baku yang berlaku umum tentang kata feature (karkhas) dan titik temu hanya pada pemahaman bahwa karkhas bukan berita lempang.

Maka dipandang perlu adanya rumusan yang dapat dijadikan acuan pikir bersama tentang kata feature.

Untuk ketertiban upaya penyatuan acuan pikir bersama itu, dirasakan perlu memperluas wawasan dengan merujuk beberapa sumber yang membicarakan kata feature dan kata artikel.

Mengingat kedua kata itu selalu digandengkan dalam setiap pembahasan tentang karang-mengarang yang khusus ditulis untuk media massa.

Berikut ini beberapa arti kata feature (karkhas):

(a) Secara umum

Arti kata feature (karkhas) meliputi satu daftar panjang tentang pelbagai bahan mulai dari komik sampai tulisan yang disebut kolom, yang tidak digolongkan dalam berita-lempang.

Artinya secara khusus adalah tulisan yang sematamata berdasarkan daya pikat manusiawi (human interest) yang tidak terlalu terikat pada tata penulisan baku yang kaku seperti yang berlaku dalam berita-Iempang.

B. Suatu artikel atau karangan yang lebih ringan, atau lebih umum, tentang daya pikat manusiawi, atau gaya hidup, ketimbang berita-lempang yang ditulis dari peristiwa yang masih hangat.

C. Karangan yang melukiskan suatu pernyataan dengan lebih terperinci sehingga apa yang dilaporkan hidup dan tergambar dalam imajinasi pembaca.

D. Feature (karkhas) adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subyektif, yang dirancang terutama untuk menghibur dan memberitahu pembaca tentang peristiwa, situasi atau aspek kehidupan.

Dari empat arti tersebut, kesimpulan sementara adalah bahwa feature (karkhas) merupakan:

1. Artikel atau karangan;

2. Gaya pengutaraannya ringan sedemikian rupa sehingga laporannya hidup dan mengendap dalam imajinasi pembaca;

3. Isinya tentang daya pikat manusiawi ataupun gaya hidup;

4. Karya dalam bentuk karangan sebagai wujud kreativitas penulisnya;

5. Kadang-kadang karangan itu menampilkan subyektivitas penulisnya yang kemudian tercermin dalam pemaparannya berupa hasil pemahaman atau tafsirannya terhadap bahan karangan;

6. Bahan karangan adalah peristiwa, situasi, aspek kehidupan;

7. Karangan bertujuan untuk memberitahu dan menshibur.

Disadari bahwa keempat arti feature (karkhas) itu tidak dengan sendirinya memberi kejelasan karena masih ada beberapa hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut, antara lain kata “artikel”.

Bahkan beberapa hal itu dapat menggugah pertanyaan lebih lanjut, misalnya tentang kata “ringan”, “hidup”, “daya pikat manusiawi”, “aktivitas”, dan ”subyektivitas”.

Tetapi sebelum memberikan penjelasan tentang sederetan kata tersebut, dipandang perlu lebih dulu mem bicarakan kata “artikel”.

2. Artikel

Feature (karkhas) juga diartikan sebagai artikel yang mempunyai beberapa arti. Berikut ini beberapa arti kata “artikel”:

(a) Karya tulis lengkap dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya;

(b) Tulisan nonfiksi, biasanya singkat dan lengkap, seperti berita dan karkhas dalam surat kabar atau majalah;

(c) Karangan tertulis yang panjangnya tak tentu yang bertujuan untuk menyampaikan gagasan dan fakta dengan maksud untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur.

Dari tiga arti kata “artikel” tersebut dapat ditarik ke simpulan bahwa artikel merupakan:

1. Karya tulis atau karangan;

2. Karangan nonfiksi;

3. Karangan yang tak tentu panjangnya;

4. Karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, men’ didik, atau menghibur;

5. Sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya;

6. Wujud karangan berupa berita atau karkhas.

3. Definisi

Berdasarkan beberapa arti kata feature (karkhas) dan artikel yang dipetik dari beberapa sumber rujukan; maka arti kata feature (karkhas) adalah:

Karangan lengkap nonfiksi bukan berita-lempang dalam media massa yang tak tentu panjangnya.

Dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kreativitas kadang kadang dengan sentuhan subyektivitas pengarang terhadap peristiwa.

Situasi, aspek kehidupan dengan tekanan pada daya pikat manusiawi untuk mencapai tujuan memberitahu, menghibur, mendidik, dun meyakinkan pembaca.

Berita-lempang tidak dimasukkan dalam cakupan definisi tersebut karena berita-lempang merupakan duduk soal lain yang dibicarakan tersendiri dalam beberapa sumber rujukan atau buku teks.

Sumber : Teknis Penulisan Feature (Karangan-Khas)
Penulis :Drs Andi Baso Mappatoto, M.A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here