spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Aplikasi Gerak Jatuh Bebas Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Salah satu ciri khusus gerak jatuh bebas merupakan nilai kecepatan mulanya sama dengan nol. Artinya benda bergerak tanpa kecepatan permulaan dan gerak benda cuma dipengaruhi oleh gravitasi. Karena ciri khusus tersebut , gerak jatuh bebas kerap kali dipisahkan dengan gerak vertikal ke bawah yang kecepatan walnya tidak sama dengan nol , walaupun bergotong-royong keduanya menggunakan prinsip yang sama. Tetapi , tidak adanya kecepatan permulaan pada gerak jatuh bebas pasti menampilkan perbedaan yang signifikan antara gerak jatuh bebas dengan gerak vertikal ke bawah. Dalam kehidupan sehari-hari , kita sering menjumpai gerak jatuh bebas seumpama buah jatuh dari pohonnya , benda jatuh dari ketinggian tertentu , dan sebagainya. Pada peluang ini , Bahan berguru sekolah akan membahas aplikasi atau kegunaan prinsip gerak jatuh bebas dalam kehidupan sehari-hari.

#1 Perkembangan Konsep GJB

Sebelum membahas wacana aplikasi gerak jatuh bebas dalam kehidupan sehari-hari , maka ada baiknya kita menyaksikan pertumbuhan terori gerak jatuh bebas. Sebelum dipahami rancangan gerak jatuh bebas seumpama yang kita pelajari di sekarang ini , gerak jatuh merupakan topik perdebatan di golongan ilmuwan.

Pada mulanya , beberapa ilmuwan berpendapat bahwa di saat benda-benda jatuh bebas dari ketinggian tertentu , maka benda yang memiliki berat terbesar akan datang lebih dahulu di tanah. Semakin berat maka akan kian cepat benda tersebut meraih tanah.

Anggapan tersebut sanggup dibuktikan dengan sungguh terperinci pada problem koin dan kertas yang dijatuhkan secara bersama-sama dari ketinggian tertentu. Pada keadaan tersebut , koin memang datang lebih dahulu di tanah ketimbang kertas. Itu menampilkan bahwa berat benda mempengaruhi kecepatannya.

Akan namun , seiring dengan perkembangannya , teori tersebut karenanya tergeser dengan teori gres yang berpendapat bahwa benda akan datang di tanah secara bersamaan. Hal itu sanggup dibuktikan dengan percobaan sederhana yang serupa menggunakan kertas dan koin.

Ketika kertas yang telah diremas dan berupa menggumpal dijatuhkan bersama-sama dengan koin dari ketinggian yang serupa , ternyata kedua benda tersebut datang di tanah secara bersamaan. Kertas yang diremas memiliki berat yang serupa seumpama kertas sebelumnya dan koin lebih berat dari kertas.

Percobaan itu menjelaskan bahwa berat benda tidak mempengaruhi kecepatan benda dalam gerak jatuh. Lalu , mengapa pada percobaan pertama koin datang lebih dulu? Jawabannya sebab ada gaya ukiran udara. Ketika kertas tidak diremas , maka gaya ukiran atau persoalan udaranya lebih besar ketimbang koin sehingga kertas datang lebih lama.

Sebaliknya , di saat kertas diremas maka kertas mengalami gaya ukiran udara yang serupa seumpama koin. Karena sama-sama cuma dipengaruhi oleh gravitasi , maka keduanya pun akan datang secara bersama-sama di tanah.

Baca juga : Menentukan Ketinggian pada Gerak Jatuh Bebas.

#2 Menentukan Ketinggian Menara atau Gedung

Aplikasi gerak jatuh bebas yang pertama yang hendak kita diskusikan merupakan menyeleksi ketinggian menara atau gedung. Ketinggian suatu gedung atau menara yang mulanya tidak dimengerti , sanggup kita pastikan dengan mempergunakan konse gerak jatuh bebas.

Sebelumnya kita telah membahas perihal perpindahan dan ketinggian pada gerak jatuh bebas. Ketika benda bergerak jatuh bebas dari suatu gedung dengan ketinggian h , maka perpindahan yang diraih benda di saat benda datang di tanah merupakan sama dengan ketinggian gedung tersebut.

Dalam hal ini berlaku s = h dengan s merupakan besar perpindahan benda dan h merupakan ketinggian gedung. Pada gerak jatuh bebas , hubungan antara ketinggian dan gravitasi menyanggupi persaman berikut:

h = ½ g.t2

Keterangan :
h = perpindahan benda atau ketinggian gedung (m)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
t = waktu yang diinginkan untuk datang di tanah (s).

Kita sanggup mempergunakan rumus di atas untuk menyeleksi ketinggian gedung atau menara. Untuk melakukannya , kita memerlukan stopwatch untuk mencatat waktu yang diinginkan benda untuk meraih tanah dan suatu benda yang hendak kita jatuhkan dari atas gedung.

Usahakan menggunakan benda yang keras dan jatuhkan benda sedemikian rupa mudah-mudahan waktunya sanggup diamati. Hidupkan stopwatch begitu benda dijatuhkan dan matikan di saat benda datang di tanah. Jika gedung terlalu tinggi , meungkin percobaan mesti ditangani secara kelompok dengan pembagian tugas.

Contoh Soal :
Sekelompok kelas melaksanakan percobaan untuk menjumlah ketinggian sebauh gedung di sekolah mereka. Dari cuilan atas gedung , seorang siswa menjatuhkan kerikil dan siswa lain mengamati serta mencatat waktunya. Jika waktu yang diinginkan kerikil untuk hingga di tanah merupakan 3 detik , maka tentukanlah ketinggian gedung itu.

Pembahasan :
t = 3 s , g = 9 ,8 m/s2.

Ketinggian gedung :
⇒ h = ½ g.t2
⇒ h = ½ (9 ,8) (3)2
⇒ h = 4 ,9 (9)
⇒ h = 44 ,1 m

Jadi , ketinggian gedung tersebut merupakan 44 ,1 meter.

Baca juga : Menentukan Ketinggian Maksimum Gerak Vertikal ke Atas.

#3 Menentukan Kedalaman Jurang

Jika anda pernah menonton film berjudul ‘Journey to the Center of The Earth’ yang dirilis tahun 2008 , maka anda niscaya ngat salah satu adegan dimana ketiga tokoh utama menjajal menjumlah kedalaman jurang menggunakan rancangan gerak jatuh bebas.

Menentukan kedalam jurang dengan rancangan gerak jatuh bebas

Sama seumpama halnya menyeleksi ketinggian gedung , untuk menyeleksi kedalaman jurang kita juga sanggup menggunakan rumus yang serupa , yaitu:

h = ½ g.t2

Keterangan :
h = perpindahan benda atau kedalaman jurang (m)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
t = waktu yang diinginkan untuk datang di tanah (s).

Contoh Soal :
Jake dan Mike terjebak di suatu bukit dan menjajal mengira seberapa dalam jurang yang ada di bawah mereka. Jake menjatuhkan kerikil besar dan meminta Mike untuk menghidupak stopwatch. Begitu terdengar bunyi kerikil menjamah tanah , stopwatch tidak boleh dan diperoleh waktu 5 detik. Tentukanlah kedalaman jurang tersebut.

Pembahasan :
t = 5 s , g = 9 ,8 m/s2.

Ketinggian gedung :
⇒ h = ½ g.t2
⇒ h = ½ (9 ,8) (5)2
⇒ h = 4 ,9 (25)
⇒ h = 122 ,5 m

Jadi , kedalam jurang tersebut merupakan 122 ,5 meter.

Baca juga : Menentukan Ketinggian Benda Gerak Vertikal ke Bawah.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com merupakan blog wacana materi belajar. Gunakan hidangan atau pencarian untuk menerima materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang! Pengunduh Video Online Gratis : https://r.cafe/

Popular Articles