Anggaran Covid-19 Parepare Disulap Menjadi Rp16 Miliar

Anggaran Covid-19 Parepare
Icons8 Team
banner 468x60

Anggaran Covid-19 Parepare sebelumnya hanya berjumlah Rp8,35 miliar (M) dan kini disulap menjadi Rp16 M. Artinya, ada penambahan sebesar Rp7,7 miliar.

Hanya saja, banyak warga bertanya-tanya penambahan itu untuk apa? Pasalnya, selama mewabahnya virus corona ini tak sedikit warga berdatangan ke DPRD Parepare.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Salah satunya mengadu tak pernah dapat bantuan. Alasannya karena tak terdata dan adapun sudah terdata tetapi berkasnya belum diversifikasi.

Sejumlah anggota DPRD Parepare, juga sudah geram akan lambannya penanganan ini. Sejumlah media bahkan sudah berulang kali menyorotinya. Sayangnya, tak digubris.

Dikutip dari laman Tegas id, Bendahara tim gugus penanganan Covid-19 Parepare, Jamaluddin Achmad, membeberkan tambahan anggaran Covid-19 ini adalah tahap kedua.

Anggaran ini dipersiapkan untuk Belanja Tak Terduga (BTT). Jika sewaktu-waktu mendesak dibutuhkan.

“BTT ini peruntukannya untuk penanganan kesehatan dan masalah ekonomi. Ada juga untuk masalah jaring pengaman sosial (JPS),” ujarnya Rabu (17/6/2020).

Lebih jauh Jamaluddin mengatakan, sebenarnya anggaran tahap pertama sepenuhnya belum terealisasi. Baru setengah total dari Rp8,35 miliar yang diminta.

“Total anggaran Covid-19 yang Rp8,35 miliar yang baru terealisasi ini baru sekitar 20-30 persen. Ini dikarenakan sejumlah SKPD belum meminta dana yang mereka anggarkan,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Parepare itu.

Alasan anggaran Covid-19 Parepare ini belum cair sepenuhnya, kata Jamaluddin, dikarenakan soal pertanggungjawabannya yang belum selesai semua.

“Asalkan dokumen permohonannya lengkap. Pencairan dananya tak akan mempersulit,” tutupnya.

Dikutip dari laman detik, Jamaludin bilang, adanya tambahan anggaran Rp 7,7 miliar ini sebenarnya tidak melekat pada masing-masing SKPD.

Anggaran ini berbeda dengan anggaran yang dialokasikan pada tahap pertama yang nilainya mencapai RP8,35 M.

Anggaran kedua ini diambil dari dana BTT. Ini sesuai SK Menteri Keuangan dan Mendagri.

Kata Jamaluddin lagi, ada penyesuaian anggaran. Yakni pendapatan dengan belanja daerah di BKD.

Meski begitu, penambahan anggaran ini harus seizin Wali Kota Parepare selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Pengajuannya harus ketua Tim gugus.

Sumber : detik – tegas,id

Tinggalkan Komentar

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *