Beranda Wanita Alumni SMP Kara Angkatan 1993 Rawat Kebersamaan

Alumni SMP Kara Angkatan 1993 Rawat Kebersamaan

94
0
Alumni SMP Kara Angkatan 1993 Rawat Kebersamaan

Berkumpul lalu membentuk komunitas. Mereka adalah alumni SMP Katolik Rajawali (Kara) angkatan 1993 yang me-rawat kebersamaan.

Awalnya komunitas tersebut hanya untuk merawat kebersamaan mereka setelah lama tidak terjalin. Namun, belakangan para ibu cantik menyatukan visi untuk melakukan misi kemanusiaan.

Sejumlah kegiatan-kegiatan sosial dilakukan untuk membantu sesama. Bahkan, ada programnya yang dinamai bantuan cinta kasih.

Ketua Komunitas, Mariska mengatakan kelompok tersebut terbentuk karena punya ikatan yang sangat baik sejak di sekolah.

“Kami-kami ini sangat beda dengan sekolah lainnya. Karena kami satu sekolah yang semuanya perempuan. Saat itu, SMP Kara belum menerima siswa lakilaki,” kata Mariska.

Menurut Meriska, meskipun komunitas ini baru setahun terbentuk, namun sejumlah kegiatan sudah dilakukan bersama. Salah satunya, membantu siswa SMP Rajawali.

Seperti membantu beberapa siswa yang dioperasi, dengan memberikan bantuan pendanaan, memberikan doa dan support, serta semangat kepada keluarga siswa.

Alumni SMP Kara Angkatan 1993 Rawat Kebersamaan Makassar

Termasuk beberapa kegiatan kunjungan kepada guru-guru SMP Kara yang sudah lanjut usia. Selain untuk silaturahmi, juga sekaligus memberikan bantuan cinta kasih.

“Ini sebagai bentuk terima kasih kita mereka dan sekaligus tanda hormat kepada guru-guru yang telah mendidik kita dulu,” ungkap Mariska.

Selan itu, beberapa bulan lalu, komunitas ini juga memberikan bantuan langsung kepada sebuah panti asuhan yang terbakar. Bantuannya berupa material, seperti sen, semen, dan bahan material lainnya yang dibutuhkan.

Anggota komunitas lain, Dea menambahkan, selain kegiatan sosial, komunitas ini punya banyak kegiatan. Khususnya kegiatan-kegiatan yang menghimpun dan merekatkan alumni-alumni.

Salah satu kegiatan utama adalah arisan bulanan. Arisan tersebut dilakukan secara bergantian di masing-masing rumah anggota komunitas secara bergilir. Sehingga, kedekatan mereka tidak sakadar di antara mereka saja, tetapi juga dengan para keluarganya.

“Yang paling penting adalah hasil arisan ini, kita juga sisihkan untuk dana kegiatan sosial. Dana-dana ini kita kumpul, sehingga saat terkumpul banyak, kita turun melaksanakn kegiatan sosial,” sebut Dea. (*)

Alumni SMP Kara Angkatan 1993 Rawat Kebersamaan 2

Tur Mandiri Bersama

Komunitas ini menunjukkan kebersamaannya dengan cara berbeda. Selain arisan bulanan, mereka kompak kursus make up, nyalon hingga tur bersama ke luar kota.

Seperti tour ke Bali, Jakarta, dan beberapa kota lainnya. Dalam tour, komunitas ini bahkan dilakukan secara mandiri atau tanpa menyewa pemandu wisata.

“Sakin serunya, dalam tour, kita selalu jalan sendiri, nyetir mobil sendiri, sewa penginapan sendiri dan sebagainya. Sehingga kita sudah kayak keluarga yang jalan tanpa sekat,” katanya.

Apalagi para anggota komunitas, juga terdiri dari pelbagai asal. Bahkan, banyak di luar kota. Ada di Bali, Ambon, NTT, Papua, Jakarta, Surabaya dan lain-lain. Sehingga dalam segala agenda tour, diakui lebih mudah. Karena sudah ada anggota yang bisa memandu.

“Aktifitas-aktifitas semua itulah yang membuat kita semakin rekat. Hingga kita tidak memandang etnis, agama dan suku. Sebagaimana kita dalam komunitas ini,” kata Mariska.

Hanya saja, lanjutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa komunitas ini juga punya kendala-kendala kecil. Utamanya menyangkut persamaan persepsi.

“Memang, kita punya selera, rasa dan pendapat yang berbeda-beda. Sehingga di sinilah kita biasa agak lama dalam menyatukan visi dan misi. Saya kira semua organisasi dan komunitas begitu juga,” tambah Mariska. (mum/lin)

Reporter : Muhlis Majid
Editor : Nur Lina Arsyad
Sumber : Koran Harian Fajar

Tinggalkan Komentar