3 Cabor Tanpa Medali Emas, Kontingen PON Sulsel di PON XVIII 2012
Icon PON Papua 2021

3 Cabor Tanpa Medali Emas, Kontingen PON Sulsel di PON XVIII 2012

Ada 3 cabor dari kontingen PON Sulsel Sulsel pulang tanpa medali emas saat berlaga di PON XVlll pada 2012. Membayar hal tersebut, kini sudah bersiap berlaga di PON Papua pada Oktober 2021 mendatang.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Andi Arwin Azis, menyebut Atlet yang bakal divaksin terbagi atas 32 cabang olahraga yakni sebanyak 265 atlet. Masing-masing 201 atlet, 46 pelatih, 7 asisten pelatih, dan 11 mekanik. Jadwal vaksinasi juga sudah ada. Menurut rencana akan digelar pada 1 Juli.

Baca Juga:

Menuju PON Papua, Evaluasi Cabor Anggar Sulsel di PON XVIII 2021

Mantan Pelatih PSM-U19 Arsiteki PS Nene Mallomo

Kompetisi Liga 1 dan 2 Akhirnya Dilanjutkan

Portugal Vs Hungaria di UEFA EURO 2020 / 2021

Sebelum berlaga di PON Papua. Inilah rekam jejak 3 cabor dari kontingen PON Sulsel yang kiranya menjadi rekam jejak sejarah.  Mereka pulang tanpa medali emas atau medali perak

BALAP SEPEDA Tanpa Medali Emas, Medali Perak, atau Medali Perunggu

Cabang Balap Sepeda di PON XVlll/2012 tidak menyumbangkan medali. Ini pun tidak sesuai dengan target yang ditetapkan KONI Sulsel.

Kegagalan di Riau antara lain disebabkan karena atlet hanya memiliki masa latihan 8 bulan sehingga materi latihan sangat kurang.

Bentuk dan rute latihan kurang maksimal. Pada kondisi rute tanding di Riau pun tidak maksimal.

Mestinya, sejak dini sudah harus dimulai bentuk dan materi latihan kepada para atlet. Mental atlet pun harus digodok.

Uji tanding diperbanyak sebagai bahan evaluasi terhadap atlet serta untuk mengetahui refleksi atlet.

Segala bentuk penandingan di Pulau Jawa sebaiknya diikuti dalam upaya memperbanyak uji tanding. Pemberdayaan finasial atlet dan pelatih juga harusnya maksimal.

SENAM Raih Medali Perunggu

Pada PON XVIII 2012. Kontingen PON Sulsel pada cabang olahraga Senam tak memberikan prestasi yang memuaskan. Hasil yang dicapai hanya 1 medali perunggu pada alat lantai, atas nama Andi Ashari Arief.

Setelah melalui pemusatan latihan terpusat selama dua bulan, para persenam telah menunjukkan peningkatan prestasi yang sangat pesat, sehingga diprediksi berpeluang meraih medaii emas, khususnya pada alat meja lompat dan lantai.

Peluang ini memungkinkan estimasi meraih dua medali emas tercapai. Namun sayang tak sesuai harapan.

Rifca Saputra yang digadang-gadang menyabet medali emas pada alat lantai, ternyata hanya menyumbangkan medali perunggu.

Kegagaian ini karena kurangnya uji tanding. Sehingga tidak terdapat kematangan yang dimiliki atlet.

Lawan-lawan yang dihadapi sarat dengan pengalaman try out dan uji tanding, ke luar negeri.

Untuk nomor artistik dan ritmik putri, atlet Sulsel belum dapat berbuat apa-apa di bawah dominasi mantan atlet SEA Games Palembang.

Menghadapi event sekelas PON, KONI memfasilitasi semua cabang olahraga mengadakan uji tanding paling sedikit 2 kali selama persiapan.

BRIDGE Tanpa Medali Emas, Medali Perak, Medali Perunggu

Mengikuti dua nomor di PON Riau, Bridge gagal menyumpangkan medan emas.

Nomor pasangan masing-masing kontingen diwakili 3 pasangan. Tetapi Sulsel hanya diwakili 2 pasangan, karena satu pasangan lainnya tidak tampil karena sakit.

Hasil yang diperlihatkan pasangn llham AbduHah/very panfkarego cukup membesarkan hati hingga ronde 14 den 27 ronde rada di ranking ke-1.

Tetapi pada ronde-ronde berikutnya, pasangan ini merosot terus dan finis pada ranking ke-6 dari 9 ronde.

Sulsel barada tiga pesar, dan mentok pada urutan lima besar dan gagal masuk semifinalis karena terus mengalami kekalahan. Kedua nomor yang diikuti pun gagal menyumbangkan medali.

Kegagalan ini disebabkan, pemain kurang focus menghadapi pertandingan. Meskipun sudah unggul, mampu dilampaui lawan.

Kekompakan dan partnership yang belum terbangun dengan baik ikut menjadi penyebab kegagalan ini.

Kekompakan ini tidak terbangun karena domisili atlet yang tidak se-kota, sehingga mereka berlatih sendiri-sendiri.

Adanya atlet yang sakit menjelang pertandingan, pada saat pertandingan menghambat tim lain.
Perhatian dan peranan pengurus provinsi dalam pembinaan atlet masih perlu dimaksimalkan.

BULUTANGKIS Kandas di Babak 16 Besar

KONI Sulawesi Selatan tidak muluk-muluk menargetkan cabang ini merebut medali. Satu keping medali perunggu, itulah yang ditargetkan, khusus untuk nomor ganda putri/ganda campuran.

Atlet Sulsel hanya mampu menggapai 16 besar, sulit membendung dominasi kontingen lain, khususnya dari Pulau Jawa yang notabene memiliki gudang atlet berprestasi nasional dan internasional.

Faktor fisik dan teknik, jauh masih ketinggalan di kalangan atlet Sulsel dalam cabang olahraga ini. Sulsel jauh ketinggalan dengan atlet di Pulau Jawa.

Belum lagi mental bertanding yang masih perlu dibangun saat bertanding juga ikut mempengaruhi penampilan atlet. (*)