13 Juli Siswa Masuk Sekolah
Foto: Unsplash/Husniati Salma

13 Juli Siswa Masuk Sekolah, Sulsel Masih Tanda Tanya?

Diposting pada

Tahun ajaran baru tetap akan dilaksanakan. Tak akan ditunda. Rencananya per 13 Juli, siswa harus kembali bersekolah.

Namun ada pengecualian. Rencana ini, dikhususkan hanya pada daerah dengan angka Covid-19 yang telah menurun.

Sulsel Masih Tanda Tanya?

Sulsel belum ditentukan. Jika hingga 13 Juli penyebarannya masih tinggi atau reproductive time (Rt) di atas 1 persen, maka model belajar di rumah akan diperpanjang. Via online.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad memastikan tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap berjalan.

Salah satunya ditunjukkan dengan aktivitas sekolah yang sudah dimulai di beberapa wilayah, yang bebas Covid-19 dan menerapkan new normal.

Sejauh ini, daerah yang dibolehkan untuk membuka aktivitas di sekolah belum terpetakan. Skema sistem belajar dari rumah juga tetap akan digunakan khusus untuk wilayah yang masih memiliki penularan tinggi.

“Kami belum lakukan pemetaan. Tetapi aktivitas tahun ajaran baru akan tetap dimulai Juli nanti. Tak mesti harus masuk sekolah, nanti akan kami lihat wilayah mana yang diberikan toleransi untuk memulai aktivitas belajar mengajar,” jelasnya dikutip dari FAJAR, Jumat (29/5/2020).

BACA JUGA :   Jelang Idul Adha Ustad Abdullah Renre, Ini Anjurannya

Meski begitu, ada beberapa standar operasi prosedur (SOP) atau protokol yang nantinya wajib diikui. Tetap ada pemberlakukan jaga jarak.

Sekolah wajib menyiapkan fasilitas kebersihan, seperti area tempat cuci tangan di setiap kelas. Tentunya, semua siswa juga guru wajib pakai masker.

Kemedikbud tak ingin menggeser tahun ajaran
baru. Pembelajaran di setiap tahun ajaran tetap harus berjalan.

“Sisa diatur penerapan protokol kesehatan untuk memastikan tak ada penularan,” tambahnya.

Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan baik-baik kebijakan pembukaan sekolah ini. Menurutnya, perlu ada simulasi.

Ini agar benar-benar bisa memastikan protokol kesehatan berjalan optimal. Jangan sampai pembukaan sekolah adalah sebuah pertaruhan besar.

Terlebih jika melihat saat ini. Dimana laju penularan Covid-19 kian meningkat. Tak ada tanda-tanda penurunan. Tren kurva dibeberapa daerah masih cukup tinggi.

Berdasarkan data nasional. Anak-anak usia sekolah yang sangat rentan tertular Covid-19. Tercatat jumlah anak positif Covid-19 kini sudah mencapai sekitar mencapai 831 anak atau 4 persen dari jumlah keseluruhan pasien positif. Mereka dalam rentang usia 0-14 tahun.

Sedangkan jumlah PDP anak di Indonesia dengan berbagai penyakit hingga kini masih ada sebanyak 3.400 kasus.

BACA JUGA :   Launching 1 Juta Masker, Mendagri Tito Karnavian Bakal Hadir di Gowa

Syaiful meminta sebelum pembukaan sekolah, pemerintah harus mempertimbangkan beberapa hal, misalnya, posisi sekolah di zona Covid-19.

Jika sekolah berada di zona hijau, maka boleh saja dibuka kembali. Jika di zona merah, harus ditolak.

”Harus ada kejelasan protokol kesehatan. Proses screening kesehatan bagi guru dan siswa. Adanya tes PCR bagi guru dan siswa sebelum pembukaan sekolah, pengaturan pola duduk di kelas, hingg ketersediaan hand sanitizer serta disinfektan,” tambahnya.

Perlu Pertimbangan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muh Ramli Rahim juga meminta pemerintah mempertimbangkan siswa bersekolah kembali 13 Juli. Jangan sampai kebijakan itu justru menimbulkan persoalan baru. Terutama menyebabkan masifnya penye-
baran Covid-19.

Data tentang penyebaran Covid-19 di setiap daerah mesti menjadi salah satu penentu kebijakan tersebut.

“Setiap sekolah harus ditunjang fasilitas kesehatan. Keselamatan guru juga siswa harus bisa dijaga,” jelasnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengaku masih melakukan kajian atas usulan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud. Nantinya daerah yang bisa melaksanakan aktivitas, termasuk pendidikan akan dilihat dari tingkat penyebabnya.

Jika daerah yang tingkat kasusnya cukup tinggi, kebijakan untuk membuka aktivitas sekolah menurutnya tetap akan dipertimbangkan.

BACA JUGA :   Tim Kampung Tangguh Massenrenpulu Lakukan Ini

“Masih ada waktu untuk melakukan evaluasi. Pembukaan aktivitas kan juga bertahap, tak sekaligus diberlakukan,” tambahnya.

Lutim Tinggi

Kadiskes Sulsel Ichsan Mustari mengklaim saat ini angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di Sulsel sudah di bawah angka 1. Ini angka ideal laju penularan virus yang sudah bisa terkendali. Namun, bukan berarti bebas kasus baru.

“Kita terbantu sebab pada beberapa kabupaten tak ada lagi penambahan kasus. Ini mesti dijaga. Saat ini Rt sudah dikisaran 0,9, ” bebernya.

Salah satu kabupaten yang jadi perhatian Luwu Timur. Rt Covid-19 di sana masih di atas 1. Sehingga pihaknya sudah mewanti-wanti pemda setempat agar lebih maksimal dalam penanganan.

“Lutim memang masih terus meningkat. Ada dua lokasi penyebaran. Selain di RS daerah, juga klaster Vale. Kita minta ini bisa segera diputus penyebarannya,” jelasnya.

Sumber : KORAN HARIAN FAJAR